Senin, 11 November 2013

Mari Belajar Auto Card Sendiri dan Mandiri

Ayo Belajar AutoCAD Sendiri!

Di situs Tentang CAD, saya memang tidak berusaha membahas tutorial dari awal. Banyak sumber lain untuk itu. Buku tutorial belajar sendiri… banyak. Banyak juga yang sudah belajar sendiri secara otodidak atau diajarkan oleh rekan atau seniornya.
Namun AutoCAD memiliki fitur baru dari versi ke versi. Banyak buku yang saya lihat daftar isinya tidak jauh berbeda antara AutoCAD 2000 dengan AutoCAD 2008. Hanya screenshot-nya saja yang diganti. Tidak terlalu salah sebetulnya. Karena umumnya memang buku itu dapat dipakai sepanjang masa. Yang banyak berubah adalah fitur-fitur dari intermediate sampai ke advanced.
Sayangnya, penerbit buku di Indonesia masih merasa nyaman bermain di pasar pemula. AutoCAD untuk pemula, belajar sendiri AutoCAD dalam 16 jam, dan judul-judul dahsyat lainnya. Di sinilah saya berharap Tentang CAD dapat mengisi kekosongan tersebut. Area yang masih malas dijamah penerbit buku kita.
Bagi anda yang belajar AutoCAD secara otodidak, jangan khawatir. Belajar AutoCAD tidak sulit. Anda dapat mulai dengan membeli buku atau bahkan mencoba sendiri. Jika anda ingin belajar AutoCAD sendiri, mungkin hal-hal berikut dapat membantu anda untuk dapat lebih mudah dalam belajar.

1. Pahami alur kerja AutoCAD
Banyak buku yang mengajarkan anda menggunakan masing-masing tools secara terlalu detail. Klik line, klik di sini, klik di sana, ketikkan koordinat ini, bla…bla..bla.. Begitu pula untuk circle, rectangle, dan seterusnya. Tapi begitu anda mencobanya kembali, anda sudah lupa. Wajar saja. Tidak mudah menghafalkan sedemikian banyak tool, sedemikian banyak langkah.
Aturan dasar dalam menggunakan AutoCAD adalah, aktifkan tool dan perhatikan command line untuk mengetahui apa yang harus anda lakukan selanjutnya.
Jika command line meminta base point, berikan titik acuan, jika diminta select object, pilihlah objek, dan seterusnya. Sederhana saja bukan? Command line memberikan panduan seperti halnya rambu dan marka di jalan raya, agar anda tidak tersesat di jalan. Makin kompleks,  makin banyak pilihan yang akan anda temui di command line. Percayalah, jika anda ngotot untuk menghafalkan langkah demi langkah, akan semakin pusing!
Bahkan jika anda seorang pengguna AutoCAD yang mahir sekalipun, ada baiknya anda memperhatikan apakah ada pilihan baru yang ditambahkan pada tool AutoCAD. Misalkan, kalau saya tidak salah sejak AutoCAD 2005, ada tambahan pilihan copy untuk tool rotate dan scale. Siapa tahu anda membutuhkannya bukan?

2. Pahami Manajemen Gambar dengan AutoCAD
Meskipun awalnya AutoCAD dikembangkan dengan mengadopsi cara menggambar manual, tentunya rugi jika tidak memanfaatkan kelebihan yang dimiliki komputer. Masa sudah pakai komputer, kemampuan programnya sama dengan manual? Anda dapat mengoptimalkan bekerja dengan manajemen layer yang rapi, menggunakan sheetsets, XREF, dan berbagai fitur lainnya. Berbeda dengan cara manual, di AutoCAD kemampuannya jauh lebih luas. Manfaatkan dengan baik!
Meskipun anda tidak merasa nyaman bekerja dengan konsep-konsep ini sekarang, berpikirlah jauh ke depan. Bagi yang mahasiswa mungkin tidak terlalu peduli karena toh masih bekerja sendirian. Tapi jika anda membiasakan diri dari sekarang, saat anda harus bekerja kelak, hidup akan lebih mudah!

3. Optimalkan Menggunakan Help File [F1]
Help file adalah teman baik anda saat menemukan kesulitan. Tentu, ada banyak forum dan situs yang dapat anda gunakan sebagai referensi. Namun help file selalu ada, meski anda tidak terhubung dengan internet!
Sedikit tips dalam menggunakan help. Banyak orang mengakses help dari menu AutoCAD, lalu mencoba mencari topik yang relevan dengan search. Tahukah anda, bahwa anda dapat langsung menekan [F1], lalu AutoCAD akan membuka topik help yang relevan? Cobalah ketikkan DIMEDIT [enter] pada command line. Saat tool itu aktif, tekan [F1].
4. Jangan terpaku pada cara yang diajarkan buku/teman saja
Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara untuk membuat gambar suatu objek. Jangan terlalu terpaku pada cara yang diajarkan di buku atau teman anda. Belum tentu cara itu yang paling optimal. Yang diajarkan di buku itu bisa jadi hanya agar anda memahami cara menggunakan suatu tool saja. Bukan cara paling efektif. Seperti bentuk di bawah. Jika anda menemukan bentuk ini di saat anda belajar lines dan koordinat, tentu anda akan diajarkan menarik garis satu-persatu. Namun anda dapat lebih cepat dengan membuat rectangle dan men-stretchnya.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/05/paralelogram.gif
Jika anda kreatif, sangat mungkin anda akan segera mengalahkan kemampuan ‘guru’ anda sekarang!

5. Kunjungi Tentang CAD
Mungkin sedikit berbau promosi :D Tapi saya akan usahakan konsisten untuk membahas fitur-fitur baru di AutoCAD atau fitur-fitur lama yang masih jarang diketahui. Terutama yang dapat membantu produktifitas pengguna AutoCAD. Mudah-mudahan apa yang saya tulis akan dapat membantu pengguna aplikasi CAD untuk lebih produktif dan efisien.

Membuat Gambar 3D Untuk Pemula
Membuat gambar 3D bagi pemula mungkin terasa sulit, harus mulai dari mana tetapi bila anda sebagai pemula sudah mahir di 2D itu bukan masalah, sekarang tinggal pemahaman gambar 3D, gambar 3D adalah gambar 2D yang di extrude (dibuat ada ketinggian), ketinggiannya akan terlihat apabila “WCS” di rubah menjadi “UCS”, selama posisi dalam keadaan “WCS” gambar 3Dnya tidak akan nampak, karena posisi “WCS” sama dengan anda melihat dari atas. Bayangkan anda melihat sebuah kotak korek api bila di lihat dari atas, maka yang terlihat hanya bentuk segi empat saja, seolah-olah korek api tersebut hanya berupa segi empat saja, sekarang posisi anda di rubah yang tadi melihat dari atas sekarang lihatlah dari sebelah samping, maka akan tampak bahwa korek api tersebut ternyata punya ketinggian.
Perlu anda ketahui fungsi extrude akan bisa di gunakan bila objeknya satu entity, misal lingkaran, ellips dan rectang, bila anda membuat kotak dengan menggunakan fungsi “LINE”, itu belum menjadi satu entity, anda harus melakukan fungsi “PEDIT” atau “REGION”, kadangkala saat melakukan pedit sulit dilakukan atau sering gagal karena ada celah yang tidak terlihat oleh mata kita, hal inilah yang sering di alami oleh para drafter pemula.
Langkah pertama kita siapkan layer atau membuat layer, pada commmand prompt ketik “layer”
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb1.png
Gambar 1. Bentuk layer manager yang di tampilkan.
Maksud membuat layer yang bernama “Meja”, adalah untuk memisahkan antara bagian meja dengan yang lainnya, tiada lain untuk memudahkan saat mengedit gambar, perlu anda perhatikan “gambar yang baik” adalah gambar yang mudah di edit oleh orang lain, jangan sekali-kali membuat gambar dalam satu layer di satukan dimensi, hatch dan gambar itu sendiri, hal inilah yang akan menyulitkan saat mengedit.
Setelah selesai klik apply kemudian OK, area gambar akan nampak bebas dari dialog box, sekarang anda ketik “rectang” pada command prompt
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb2.png
Gambar 2. Fungsi rectang tampak sedang diaktifkan.
Disini anda masukan nilai untuk kordinat pertamanya nilai “0,0″ kemudian kordinat keduanya dengan nilai “1000,500″, ini artinya anda sedang membuat meja bagian atasnya dengan panjang 1000 dan lebar 500.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb3.png
Gambar 3. Gambar rectang atau segi empat bila dilihat dari atas.
Perhatikan sekali lagi kotak ini hanya berupa segi empat, dan lihat bentuk sumbu “X” dan “Y” sementara yang sumbu “Z” tidak tampak, ini menunjukan kondisi dalam keadaan “WCS”, dimana sumbu “Z” nya ada di atas, sekarang kita rubah posisi menjadi “UCS” dengan cara, arahkan kursor anda ke menu “View -> 3D Views ->Viewpoint Presets…”
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb4.png
Gambar 4. Memilih menu viewpoint presets.
Setelah menu “viewpoint presets” di pilih akan muncul dialog selanjutnya
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb5.png
Gambar 5. Dialog box untuk merubah posisi UCS.
Isilah kotak “X Axis” dengan nilai 315 dan kotak “XY Plane” dengan nilai 30, atau anda bisa di lakukan dengan meng klik kotak 315 dan sebelah kanannya angka 30 sebelah bawah. Ma ka tampilan objek gambar akan berubah.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb6.png
Gambar 6. Posisi ucs sudah mulai berubah sumbu z sudah terlihat.
Sekarang anda sudah bisa melihat sumbu “Z”, sehingga ketika objek di extrude akan tampak perubahannya, pada command prompt ketik “extrude”, isi ketinggiannya dengan nilai 20 sementara untuk taper nya tekan saja tombol enter artinya kita tidak memilih nilai, yang di pilih default “<0>”.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb7.png
Gambar 7, Urutan langkah extrude.
Inilah hasil extrude pada kotak meja
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb8.png
Gambar 8. Hasil extrude dari kotak segi empat.
Meja ini masih terlihat kasar setiap pojok masih runcing, jangan di pikirkan dulu itu nanti dikerjakan saat akan menjelang finising, termasuk warna garis mana ada kayu warnanya merah, disini yang akan di bahas trik dan cara membuat 3D, nanti di lain sesi akan di bahas soal lain.
Sekarang anda buat layer baru yang bernama “Kaki Meja” dan di set ke “set current”, pada command prompt ketik “xline” dan buat untuk “h” maupun “v”, serta pilih pojok meja bagian bawah, kemudian di offset dari kedua garis tersebut kearah dalam dengan jarak 100, ini garis bantu untuk membuat lingkaran yang akan di jadikan kaki meja, lanjutkan dengan membuat lingkaran dengan titik center perpotongan garis bantu itu, perhatikan pada gambar 10.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb9.png
Gambar 9. Urutan langkah menggunakan xline dan offset.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb10.png
Gambar 10. Dua buah garis bantu untuk membuat lingkaran.
Layer “Meja” supaya di matikan ini untuk memudahkan saat membuat “kaki meja”, sehingga fokus kita hanya pada kaki meja, meja ini akan kita set dengan ketinggian sekitar 45 cm atau 450 mm dari lantai sampai dengan permukaan atas meja, jadi kaki meja harus di kurangi dengan ketebalan meja yaitu 20, sehingga kaki meja akan kita extrude 450-20=430 mm, kearah bawah “-430″ (pakai tanda minus artinya extrude mengarah ke bawah.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb11.png
Gambar 11. Kaki meja sudah terbentuk.
Bila kaki meja yang anda buat terlihat hanya berupa dua buah lingkaran dan dua garis vertikal, segera set “isolines” ke nilai 12 kemudian di “regen”.
Rasanya kaki meja kalau cuma lurus aja agak kurang rasa sentuhan seni, baik kita akan buat sedikit ada bentuk yang enak di lihat, ketik “circle” pilih lingkaran paling bawah dan pilih quadrant dengan radius 10, lantas di extrude setinggi 150, terus di “array” pilih polar dengan jumlah 12.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb12.png
Gambar 12. Urutan dan langkah circle,extrude dan array.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb13.png
Gambar 13. Lingkaran yang di extrude kemudian di array.
Langkah selanjutnya lakukan “subtract” dan hasilnya lihat pada gambar 14

Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb14.png
Gambar 14. Kaki meja setelah dilakukan subtract.
Garis bantu segera hapus karena sudah tidak di butuhkan lagi, layer “Meja” supaya di hidupkan kembali, sekarang akan di lakukan proses “mirror”, pilih midpoint pada lebar meja sebelah kiri dan sebelah kanan.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb15.png
Gambar 15. Urutan langkah mirror kaki meja .
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb16.png
Gambar 16. Hasil mirror pada kaki meja.
Berikutnya lakukan mirror terhadap kaki meja dengan memilih midpoint dari panjang meja
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb17.png
Gambar 17. Kaki meja sudah komplit.
Sentuhan akhir adalah melakukan “fillet” terhadap meja bagian atas agar terlihat lebih manis, untuk bagian pojok fillet dengan radius 25 dan bagian sisi panjang maupun lebar dengan nilai 5.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb18.png
Gambar 18. Urutan langkah untuk fillet terhadap meja.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb19.png
Gambar 19. Bentuk akhir dari meja.
Meja kita akan ganti warnanya menjadi warna kayu alami, arahkan kursor anda ke menu “View -> Render -> Materials…”
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb20.png
Gambar 20. Arah menuju menu material.
Setelah memilih menu material akan muncul dialog ini.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb21.png
Gambar 21. Dilaog untuk material.
Kemudian anda pilih lagi atau tekan tombol “MaterialsLibrary…”
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb22.png
Gambar 22. Dialog box material library.
Pada kotak “Current Library” atau paling kanan pilih “Wood.Med.Ash” atau terserah anda, klik tombol “Import -> OK”. Setelah gambar 22 di klik OK kemudian menghilang yang tertinggal dialog box gambar 21.
Pada kotak “Materials” di klik “Wood.Med.Ash” terus di klik tombol “Attach” dan pilih semua objek, kemudian di OK, arahkan lagi kursor anda ke menu “View -> Render -> renders… render (pada diaalog box)”.
Inilah hasil akhir dari meja yang anda buat
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2010/03/032910_0632_MembuatGamb23.png
Gambar 23. Hasil akhir dari meja kreasi anda.
Cara-cara Mengaktifkan Tools AutoCAD
18 September, 2008 By Edwin Prakoso
Sampai saat ini, seri tutorial AutoCAD untuk Pemula ini sudah membahas masalah mengaktifkan tools, menggunakan koordinat, navigasi view, dan mengubah parameter tools. Masih bicara soal tools, kali ini kita akan mencoba mengaktifkan tools AutoCAD dengan cara lain. Selama ini anda sudah ditunjukkan mengaktifkan tool menggunakan ribbon bar.
Meski cara-cara ini tidak semua akan anda gunakan dalam waktu dekat, tapi mengetahuinya akan membantu saat anda meneruskan tutorial ini kelak. Jangan berkecil hati jika anda yang masih pemula belum terlalu dapat mengikuti bagian ini. Bagian ini hanya sekedar gambaran mengakses tools yang akan anda gunakan kelak. Misalkan saya minta anda untuk mengakses menu, anda tidak bingung apa yang perlu dilakukan. Sabar saja, ikuti pelan-pelan.
Berikut cara lain yang dapat anda gunakan.
Windows Style
Windows style alias cara ‘ala Windows seharusnya cara paling populer diantara pengguna komputer. Alasannya sederhana: semua program yang Windows Compliant memiliki cara yang sama. Jika anda bekerja dengan Microsoft Word, andapun akan menggunakan cara yang sama untuk mengakses tools!
Ribbon
Ribbon adalah interface baru di Vista dan Office 2007. Sejak AutoCAD 2009, interface AutoCAD pun mengikutinya.
Description: 01-ribbon.jpg
Anda sudah diperkenalkan bagaimana mengakses ribbon ini pada awal tutorial.
Menu
Menu di AutoCAD 2009 juga mengikuti Office 2007. Klik logo ‘A’ AutoCAD di kiri atas. Pilih grup tools yang sesuai. Anggap masing-masing grup adalah satu container yang memuat perkakas yang sama. Klik draw, maka anda akan melihat semua tool untuk menggambar.
Description: 02-menu.jpg
Perhatikan pada menu ini. Di bawah Draw ada garis bawah di huruf D. Di bawah Line ada garis bawah di huruf L. Ini menunjukkan shortcut yang dapat anda pakai. Cobalah tekan [alt] + D diikuti L. Ini akan mengaktifkan draw>line. Jalan pintas alias shortcut ini tidak terlalu populer di kalangan pengguna AutoCAD senior. Tapi bukan berarti tidak berguna. Masalah kebiasaan saja yang membuatnya terlupakan.
Toolbar
Toolbar dimiliki semua aplikasi yang Windows Compliant. Namun di versi 2009, toolbar tidak ditampilkan lagi secara default. Ribbon dianggap lebih rapi dalam menyimpan tools dan lebih dapat merepresentasikan icon dengan lebih jelas.
Description: 03-toolbar.jpg
Untuk menampilkan toolbar, anda dapat memilih melalui menu tools>toolbar>autocad>… dan pilih grup tools yang ingin anda tampilkan.

Old AutoCAD Style
Meski toolbar sudah ada sejak AutoCAD versi lama, namun karena toolbar adalah fitur yang ada di semua aplikasi Windows, saya masukkan di Windows Style. Mungkin anda juga tahu dulu AutoCAD dirilis untuk sistem operasi DOS. Mayoritas tools harus diaktifkan dengan mengetiknya. (Lihat sejarah AutoCAD di: http://betaprograms.autodesk.com/history/area51.htm). Karena itu sebetulnya penggunaan tools dengan cara ini sudah tidak relevan. Namun hebatnya, cara ini yang paling disukai pengguna AutoCAD senior. Akhirnya, Autodesk mengalami kesulitan untuk menggantikan command line sepenuhnya dengan dialog box, meski sebagian sudah diarahkan ke palletes.

Command Line
Anda dapat mengaktifkan tools dengan mengetikkannya di command line. Justru lama? Anda tidak akan percaya bagaimana cepatnya drafter senior dapat mengetikkan command, bahkan dapat mengalahkan penggunaan menu dan toolbar! Command line selalu mendapat fokus. Anda cukup mengetikkan command yang anda inginkan, tanpa harus mengklik command line lebih dulu.
Misalkan anda ingin mengaktifkan circle, dapat mengetikkan CIRCLE lalu [enter]. (tips: [enter] dapat diganti dengan [spacebar])
Bagaimana anda dapat mengetahui command yang dapat diketikkan? Coba klik salah satu tools, dan perhatikan command untuk tools itu ditampilkan pada command line.
Command Alias
Ini adalah kunci kenapa penggunaan command line dapat begitu cepat. Beberapa tools dapat diaktifkan dengan mengetikkan command alias, yaitu dengan mendefenisikan singkatan command. Misalkan anda ingin mengaktifkan circle. Anda tidak perlu mengetikkan seluruh kata CIRCLE, tapi cukup C [enter]. Untuk LINE, cukup L [enter].
Daftar selengkapnya dapat anda lihat dengan mengakses menu: tools>customize>edit program parameters (acad.pgp).
Warning! Jangan edit apapun jika anda tidak memahaminya. Kalaupun anda ingin mengeditnya, backup file ini lebih dulu.
New Shortcut: AutoCAD + Windows Style
Time has changed. Meski command line sangat powerful, dan terus dipertahankan Autodesk, itu bukan satu-satunya cara untuk menggunakan shorcut. Windows menyediakan standard shortcut. Anda dapat menggunakannya selain menggunakan command alias.
Shortcut Keys
Apa shortcut key untuk memilih semua objek di Windows? [ctrl] + A. Ngeprint/plot? [ctrl] + P. Semua pasti tahu. Cara yang sama juga dapat digunakan di AutoCAD. Meski tidak sama persis. Misalkan save as, dapat anda lakukan dengan [ctrl] + S H.
Temporary Overrides
Beberapa shorcut dapat anda gunakan sebagai temporary overrides. Tidak berlaku seterusnya.
Cobalah aktifkan lines. Gerakkan pointer anda secara bebas. Kali ini tahan [shift], dan coba gerakkan kembali. Perhatikan bahwa kali ini mode ortho akan ON. Tapi begitu anda lepas, mode ORTHO akan non-aktif kembali.
Cobalah gambar beberapa garis, lalu saat tool line aktif, dekatkan pointer anda ke garis tersebut.
Description: 04-snap.jpg
Perhatikan bahwa anda akan melihat simbol snap. Jika anda klik saat anda melihat simbol itu, tidak peduli dimana posisi pointer anda, titik anda akan diawali dari sana. Hal ini kadang mengganggu. Cobalah tahan [shift] + [A] dan gerakkan ke titik itu lagi. Snap akan non-aktif!
Daftar selengkapnya shorcut keys dan temporary snap overrides ada di file ini.
Dengan Mouse
Mouse juga dapat digunakan untuk mengaktifkan tools meski terbatas. Anda sudah lihat bahwa scroll mouse dapat digunakan untuk zoom in dan zoom out. Klik tengah untuk pan.
Anda dapat juga mengaktifkan properties atau edit tools (block, hatch, text, dll) dengan double click.
Untuk jelasnya penggunaan mouse ini dapat anda lihat di tulisan-tulisan ini:


Latihan 3D: Membuat Pintu
5 May, 2009 By Edwin Prakoso
Di beberapa tutorial 3D yang lalu kita sudah mempelajari basic features dari 3D. Sekarang kita akan coba berlatih menggunakannya: membuat pintu. Kita akan menggunakan extrude, UCS, revolve, sweep, dan sebagai tambahan… DUCS dan presspull.
Buatlah dua profil tertutup seperti ini. Gunakan polyline, dan pastikan keduanya adalah polyline tertutup. Warna, lineweight, dan dimensi hanya sebagai panduan, tidak perlu dibuat juga.
Description: profile
Sekarang putar view menjadi SW Isometric. Extrude rectangle dengan ukuran 800×50 setinggi 2150 mm.
Pastikan dynamic UCS aktif. Ada di drafting settings. Bagi anda yang menggunakan AutoCAD 2008 atau sebelumnya, masih berupa teks DUCS.
Description: ducs
Coba aktifkan polyline. Geser pointer anda ke sisi vertikal pintu. Tunggu dan pastikan sampai tampak garis putus-putus. Itu berarti dynamic UCS telah mengenali bidang itu sebagai UCS yang baru.
Description: pl2
Snap ke titik bawah daun pintu, dan buat profil seperti ini.
Description: pl3
Aktifkan sweep. Pilih profil pertama sebagai objek yang akan di sweep. Dan pilih polyline yang baru saja anda buat untuk pathnya.
Description: extrude n sweep
Sekarang kita akan menambahkan sedikit detail di pintu ini.
Klik front pada view cube. Anda akan sering menggunakan view control saat bekerja dengan 3D. Usahakan agar anda terbiasa. Buatlah profil seperti ini di bagian dalam pintu. Ingat, pastikan DUCS aktif sebelum anda mulai menggambar. Ukuran terserah anda.
Description: pl4
Pastikan dynamic input aktif. Aktifkan extrude. Pilih rectangle itu, gerakkan pointer anda sampai extrusion tampak ke arah yang benar. Ketik 20. Dynamic Input memungkinkan kita mengisi nilai 20 saja, tanpa harus memikirkan nilainya + atau -. Tanpa dynamic input, kita harus mempertimbangkan arah sumbu Z waktu objek dibuat. Searah sumbu positif, nilainya positif. Berlawanan, negatif. Masih benci dengan dynamic input? :)
Subtract. Pilih panel pintu sebagai yang pertama, enter, lalu pilih hasil extrusion terakhir sebagai pemotong.
Buat lagi sebuah rectangle di dalamnya, extrude 20. Union daun pintu dan hasil extrusion terakhir.
Description: union
Extrude, subtract, extrude, union. Kita akan sering menggunakannya saat menggambar dengan AutoCAD 3D. Ribet? Memang seperti itu caranya :)
Maaf untuk kali ini saya tidak membahas terlalu detail. Namun jika anda mengikuti tutorial ini berurutan, seharusnya bisa mengikutinya. Jangan lupa, bisa didiskusikan juga di komentar :)
Sekarang coba buat lagi profil seperti ini di atas hasil kerja kita sebelumnya.
Description: p5
Kali ini langsung buat 2 buah rectangle. Aktifkan presspull. Pastikan area yang terpilih seperti berikut.
Description: presspull
Gerakkan kembali pointer anda ke dalam pintu, ketik 20. Voila! Awalnya kita harus menggunakan extrude, subtract dan union… Kali ini cukup sekali presspull!
Sebagai tantangan, buatlah handle pintu untuk melengkapinya.
Hasil pintu kita akan menjadi seperti ini:
Description: result
Bagaimana tutorial 3D ini sampai di sini?





Membuat Program Pertama
9 July, 2008 By adesu
Merancang sebuah program
Program bisa bekerja kalau format programnya telah benar, artinya didalam susunan baris ke barisnya telah sesuai aturan program Autolisp, dan tidak terdapat kekeliruan.
Seting snap dalam Autocad, dapat menyebabkan pekerjaan Autolisp menjadi berantakan, ide yang sangat baik, bila saklar snap selalu dalam keadaan mati, ketika program mulai bekerja dan dihidupkan ketika perlu, fungsi blip pada layar monitor harap dimatikan pula, perlu diingat, kembalikan seting Autocad ke asal ketika program telah selesai bekerja.
Penulis akan memperlihatkan cara membuat program, dengan yang sederhana kemudian berlanjut sesuai keperluannya, pertama sebuah contoh bagaimana cara membuat sebuah garis lurus, dari kordinat (0,0,0) ke kordinat (10,0,0).
Kembali ke visual lisp console, di klik ikon yang bernama “New File”, kemudian salin rumusan pada gambar di bawah ini, pada saat mengetikan huruf atau angka dan kurung kurawal, seketika warna tampilan akan otomatis berubah sesuai aturan pada table 1, setelah selesai segera lakukan save, dengan nama Test.lsp.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/sebelum_disave-300x134.jpg
Keterangan gambar: Membuat program ketika pertama kali sebelum di save
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/tabel_elemen_autolisp-300x234.jpg
Keterangan Tabel: Perubahan warna huruf ketika dibuat di Visual Lisp Console (klik untuk melihat gambar besarnya)
Meloading program
Ada dua cara untuk meloading sebuah program, kedalam sesi Autocad, serta ada yang permanen dan ada pula yang sementara.
Permanen
Untuk yang permanen ikuti petunjuk, anda dapat mengakses menu AutoCAD tools>load application… Ini akan membuka kotak dialog load/unload application.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/load-unload-dialog-271x300.jpg
Langkah selanjutnya adalah lakukan klik pada tombol “Contents..” yang akan membuka dialog startup suite. Tekan tombol “Add”, lakukan pencarian dimana disimpannya file yang anda simpan tersebut, setelah ketemu, tekan add dan tekan selanjutnya close sampai dialog tersebut tutup.
Pada sesi lain, lakukan untuk menetapkan agar Autocad selalu membaca ketika setiap saat dibuka, arahkan kursor ke menu “Tools”, kemudian pilih “Options” dan di klik, akan timbul dialog Options.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/dialog_option-300x234.jpg
Pilih tanda”+” dan di klik pada “Support File Search Path”, folder tersebut akan terurai kebawah, disebelah kanan dialog cari tombol add yang berada dibawah tombol browse, kemudian lakukan tekan tombol “Add”, bagian akhir atau paling bawah support file search path tadi , akan terbentuk sejenis kotak kosong, tekan lagi tombol ”Browse” maka dialog berikutnya akan muncul, cari lagi file yang anda simpan, tetapi disini bukan mencari filenya, hanya mencari lokasi folder tempat file tersebut disimpan, setelah diketemukan tekan tombol ok, dan lanjutkan dengan menekan tombol “Apply” ikuti dengan tekan tombol “OK”.
Sementara
Meloading kode untuk sementara, yaitu dengan cara , buka “visual lisp console editor”, buka file “Test.lsp”, setelah terbuka cari ikon yang bernama “Load active edit window”, tekan tombol tersebut, dan seketika editor berubah ke “Visual lisp console”, dengan menampilkan
; 1 form loaded from #
_$
Keterangan diatas menyatakan, bahwa pada drive F dengan folder Test, dan nama file Autolispnya Test.LSP, telah dilakukan loading.
Ini bukti bahwa anda telah meload sebuah program, ke Autocad seperti nama yang terlampir di atas.
Mencoba program
Sekarang Autocad sudah siap untuk menerima perintah yang anda masukan, yang harus diketahui oleh setiap pemakai cad, adalah perintah apa yang harus dimasukkan ke command prompt, kembali lagi kita ke kode Autolisp yang telah ditulis.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/defenisi-command-300x88.jpg
Keterangan gambar: Tanda panah menunjukan nama kode dari program itu.
Lihat tanda panah warna biru, menunjuk pada kata “test”, selalu diletakkan setelah kata “c:”, itu adalah kode yang harus anda ingat , ketika akan menguji sebuah program.
Ketik kata “test” pada command prompt, lanjutkan dengan menekan tombol enter, amati hasilnya dan apa yang terjadi, seketika timbul di layar monitor sebuah garis lurus , dari kordinat 0,0 sampai dengan kordinat 10,0
You are here: Home / AutoLISP / Seri Tutorial AutoLISP / Contoh program
Contoh program
12 September, 2008 By adesu
Contoh Membuat Garis
Teknik menggambar yang paling dasar adalah membuat garis, garis harus dibuat dari awal tujuan sampai ke akhir tujuan, contoh dibawah ini memperlihatkan sebuah program membuat garis, dengan bantuan fungsi seting “orthomode “ agar didapat kedudukan kursor hanya pada posisi horizontal atau vertikal, sebelum program ini bekerja seting orthomode harus diubah ke nilai satu, dengan bantuan fungsi “if”, akan memberikan alternative jika seting orthomode telah diset ke nilai satu, maka fungsi if ini tidak akan bekerja, tetapi bila seting orthomode itu selain nilai 1, maka fungsi if akan bekerja dan langsung diset ke angka 1.
Langkah selanjutnya mengeset variabel p1, disini program diset sedemikian rupa, langkah pertama yang muncul di layar monitor, adalah menanyakan kepada user atau pemakai, agar kursor di klik disembarang tempat, dan pada pertanyaan itu terdapat tanda “ <0,0,0> “, yang artinya bila pemakai tidak berkeinginan untuk melakukan proses klik, pemakai hanya dianjurkan menekan tombol enter saja, otomatis variabel p1 itu akan diset ke nilai (0 0 0) berkat bantuan fungsi if, demikian pula pada variabel p2, fungsi kerjanya sama dengan variabel p1, tapi ada satu tambahan setelah fungsi getpoint ditambahkan variabel p1, ini tujuannya agar garis kursor atau rubber band selalu mengikuti kemana arah kursor dialihkan.
Kemudian dengan bantuan fungsi if lagi, memastikan apakah varibel p1 dan p2 masih ada atau eksis , jika hasilnya betul , perintah pembuatan garis dilaksanakan, lantas dilanjutkan dengan perintah pembesaran agar garis tadi yang dibuat bisa terlihat dengan jelas.
Perintah terakhir adalah mengembalikan fungsi seting orthomode ke asal kembali, dan menutup program dengan fungsi princ, agar program keluar dengan tenang.
[sourcecode language='cpp']
; cmg = contoh membuat garis
(defun c:cmg (/ om p1 p2)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(/= om 1)
(setvar “orthomode” 1)
) ; if
(setq p1 (getpoint “nDi klik pada sembarang lokasi<0,0,0>: “))
(if (= p1 nil)(setq p1 ‘(0 0 0)))
(setq p2 (getpoint p1 “nDi klik pada sembarang lokasi<10,0,0>: “))
(if (= p2 nil)(setq p2 ‘(10 0 0)))
(if
(and p1 p2)
(command “_line” p1 p2 “”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh Membuat Kotak
Membuat kotak bisa dibuat berbagai cara , dengan menggunakan fungsi line akan terbentuk kotak dengan garis individual, dengan fungsi pline membentuk jadi satu entiti, serta dengan fungsi rectangular akan terbentuk jadi satu entiti pula.
[sourcecode language='cpp']
; cmk = contoh membuat kotak
(defun c:cmk (/ om p1 p2 p3 p4)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(/= om 1)
(setvar “orthomode” 1)
) ; if
(setq p1 (getpoint “nDi klik pada sembarang lokasi<0,0,0>: “))
(if (= p1 nil)(setq p1 ‘(0 0 0)))
(setq p2 (getpoint p1 “nDi klik pada sembarang lokasi<10,0,0>: “))
(if (= p2 nil)(setq p2 ‘(10 0 0)))
(setq p3 (getpoint p2 “nDi klik pada sembarang lokasi<10,5,0>: “))
(if (= p3 nil)(setq p3 ‘(10 5 0)))
(setq p4 (getpoint p3 “nDi klik pada sembarang lokasi<0,5,0>: “))
(if (= p4 nil)(setq p4 ‘(0 5 0)))
(command “_pline” p1 p2 p3 p4 “c” “”)
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh Membuat Lingkaran
Lingkaran bisa pula dibuat dengan beberapa cara, umumnya dibuat dengan fungsi circle, objek menjadi satu entiti, tapi tidak tertutup kemungkinan bisa dibuat dengan menggunakan point
[sourcecode language='cpp']
; cml = contoh membuat lingkaran
(defun c:cml (/ om p1 p2 p3 p4)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(/= om 1)
(setvar “orthomode” 1)
) ; if
(setq rad (getdist “nMasukan radius lingkaran<5>: “))
(if (= rad nil)(setq rad 5))
(setq p1 (getpoint “nDi klik pada sembarang lokasi<0,0,0>: “))
(if (= p1 nil)(setq p1 ‘(0 0 0)))
(command “_circle” p1 rad “”)
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh Membuat Elip
Elip adalah lingkaran yang radiusnya tidak sama, maka ada yang bernama radius besar dan radius kecil, elip bisa dibuat dari sebuah lingkaran , dengan trik tertentu maka sebuah lingkaran bisa menjadi sebuah elip
[sourcecode language='cpp']
; cme = contoh membuat elip
(defun c:cme (/ om p1 p2 pt)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(/= om 1)
(setvar “orthomode” 1)
) ; if
(setq minor (getdist “nMasukan jarak terpendek<5>: “))
(if (= minor nil)(setq minor 5))
(setq major (getdist “nMasukan jarak terpanjang<10>: “))
(if (= major nil)(setq major 10))
(setq pt (getpoint “nKlik lokasi untuk elip<0,0,0>: “))
(if (= pt nil)(setq pt ‘(0 0 0)))
(setq p1 (polar pt (* pi 0.5)(/ minor 2.0)))
(setq p2 (polar pt 0 (/ major 2.0)))
(command “_ellipse” pt p1 p2)
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]

Contoh membuat Arc
Membuat busur atau arc, dibutuhkan tiga buah titik, yang berupa variabel, sebenarnya untuk membuat arc ada beberapa cara, tetapi disini hanya disajikan yang paling mudah dipelajari.
[sourcecode language='cpp']
; cma = contoh membuat arc
(defun c:cma (/ om p1 p2 p3)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(= om 1)
(setvar “orthomode” 0)
) ; if
(setq p1 (getpoint “nKlik untuk awal arc<0,0,0>: “))
(if (= p1 nil)(setq p1 ‘(0 0 0)))
(setq p2 (getpoint p1″nKlik untuk tengah arc<10,0,0>: “))
(if (= p2 nil)(setq p2 ‘(10 0 0)))
(setq p3 (getpoint p2″nKlik untuk akhir arc<10,10,0>: “))
(if (= p3 nil)(setq p3 ‘(10 10 0)))
(command “_arc” p1 p2 p3 “”)
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]

Contoh Membuat Segi banyak
Poligon atau segi banyak, adalah jumlah sudutnya atau seginya bisa diatur sesuai keinginan pemakai, dan bentuk segi tersebut akan dibentuk diluar atau didalam radius lingkaran, tergantung pilihan dari para pemakainya.
[sourcecode language='cpp']
; cmsb = contoh membuat segi banyak
(defun c:cmsb (/ om p1 p2 p3)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(= om 1)
(setvar “orthomode” 0)
) ; if
(setq jml (getint “nJumlah polygon<6>: “))
(if (= jml nil)(setq jml 6))
(setq opt (strcase (getstring “nPilih Inscribed/Circumscribed: “)))
(cond ((= opt nil)(setq opt “I”))
((= opt “C”)(setq opt “C”))
) ; cond
(setq p1 (getpoint “nJarak radius polygon<0,0,0>: “))
(if (= p1 nil)(setq p1 ‘(0 0 0)))
(setq p2 (getdist p1″nJarak radius polygon<10>: “))
(if (= p2 nil)(setq p2 10))
(command “_polygon” jml p1 opt p2 “”)
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
15.7. Contoh membuat Copy
Program ini akan bekerja hanya untuk mendeteksi sebuah lingkaran , dan akan membuat duplikat, serta akan menanyakan kepada pemakai, lokasi dimana diletakannya untuk objek baru.
[sourcecode language='cpp']
; cmo = contoh membuat copy
(defun c:cmo (/ bp etyp om opt ss sse ssn)
(if
(setq ss (car (entsel “nPilih satu object lingkaran”)))
(progn
(setq sse (entget ss))
(setq etyp (cdr (assoc 0 sse)))
(if
(= etyp “CIRCLE”)
(progn
(setq bp (cdr (assoc 10 sse)))
(setq opt (getpoint “nPilih lokasi untuk copy<0,0,0>: “))
(command “_copy” ss “” bp opt)
) ; progn
(alert “nObjek bukan lingkaran”)
) ; if
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
15.8. Contoh membuat copy array
Membentuk duplikat ada dua cara, salah satunya bentuk melingkar dan berbaris, dengan program ini kedua-duanya dipakai.
[sourcecode language='cpp']
; cmca = contoh membuat copy array
(defun c:cmca (/ column etyp lok opt pitch pitch_column
pitch_row rotasi row ss sse total_polar)
(if
(setq ss (car (entsel “nPilih satu object lingkaran”)))
(progn
(setq sse (entget ss))
(setq etyp (cdr (assoc 0 sse)))
(if
(= etyp “CIRCLE”)
(progn
(setq opt (strcase (getstring “nPilih polar/rectang[P/R]: “)))
(cond
((= opt “P”)
(progn
(setq opt “P”)
(setq total_polar (getint “nJumlah polar<15>: “))
(if (= total_polar nil)(setq total_polar 15))
(setq rotasi (getreal “nSudut putar<360>: “))
(if (= rotasi nil)(setq rotasi 360))
(setq lok (getpoint “nBasis rotasi<0,0,0>: “))
(if (= lok nil)(setq lok ‘(0 0 0)))
(command “_array” ss “” opt lok total_polar rotasi “”)
) ; progn
)
((and (= opt “R”)(= opt “”))
(progn
(setq opt “R”)
(setq row (getint “nJumlah baris<5>: “))
(if (= row nil)(setq row 5))
(setq column (getint “nJumlah kolom<5>: “))
(if (= column nil)(setq column 5))
(setq pitch (getreal “nJarak baris<10>: “))
(if (= pitch_row nil)(setq pitch_row 10))
(setq pitch_column (getreal “nJarak kolom<15>: “))
(if (= pitch_column nil)(setq pitch_column 15))
(command “_array” ss “” opt row column pitch_row pitch_column)
) ; progn
)
) ; cond
) ; progn
(alert “nObjek bukan lingkaran”)
) ; if
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]

Contoh membuat offset
Sebelum menjalankan program ini, buatlah terlebih dahulu sebuah garis, langkah berikutnya akan menanyakan jarak offsetnya yang harus diisi, nilainya bisa bilangan bulat ataupun bilangan real (yang memakai koma), kemudian akan menanyakan dimana lokasi untuk menaruh offsetnya.
[sourcecode language='cpp']
; cmo = contoh membuat offset
(defun c:cmo (/ dis etyp pt ss sse)
(if
(setq ss (car (entsel “nPilih satu object garis”)))
(progn
(setq sse (entget ss))
(setq etyp (cdr (assoc 0 sse)))
(if
(= etyp “LINE”)
(progn
(setq dis (getdist “nJarak offset: “))
(setq pt (getpoint “nKlik disebelah garis: “))
(command “_offset” dis ss pt “”)
) ; progn
(alert “nObjek bukan garis”)
) ; if
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]

Contoh membuat mirror
Buatlah sebuah rectangular atau kotak, disebelah kotak tersebut buat lagi sebuah garis dengan panjang sembarang, lalu jalankan program ini.
[sourcecode language='cpp']
; cmm = contoh membuat mirror
(defun c:cmm (/ ep sp ss1 ss2 sse)
(if
(setq ss1 (car (entsel “nPilih satu object”)))
(progn
(if
(setq ss2 (car (entsel “nPilih satu object sebagai referensi”)))
(progn
(setq sse (entget ss2))
(setq sp (cdr (assoc 10 sse)))
(setq ep (cdr (assoc 11 sse)))
(command “_mirror” ss1 ss2 “” sp ep “”)
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]

Contoh membuat move
Buatlah sebuah lingkaran dengan diameter bebas, jalankan program ini dan ikuti petunjuknya yang dikeluarkan oleh program ini.
[sourcecode language='cpp']
; cmmo = contoh membuat move
(defun c:cmmo (/ bp etyp om opt ss sse ssn)
(if
(setq ss (car (entsel “nPilih satu object lingkaran”)))
(progn
(setq sse (entget ss))
(setq etyp (cdr (assoc 0 sse)))
(if
(= etyp “CIRCLE”)
(progn
(setq bp (cdr (assoc 10 sse)))
(setq opt (getpoint “nPilih lokasi untuk lokasi baru<0,0,0>: “))
(if (= opt nil)(setq opt ‘(0 0 0)))
(command “_move” ss “” bp opt)
) ; progn
(alert “nObjek bukan lingkaran”)
) ; if
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]

Contoh membuat trim
Buat garis horizontal, kemudian buat lagi garis bentuk vertikal dengan memotong garis horizontal, kemudian jalankan program ini.
[sourcecode language='cpp']
; cmt = contoh membuat trim
(defun c:cmt (/ om opt ss1 ss2)
(if
(and
(setq ss1 (car (entsel “nPilih satu object garis horizontal”)))
(setq ss2 (car (entsel “nPilih satu object garis vertical”)))
) ; and
(progn
(setq om (getvar “osmode”))
(if
(/= om 1)
(setvar “osmode” 1)
) ; if
(setq opt (getpoint “nPilih salah satu ujung garis: “))
(setvar “osmode” om)
(command “_trim” ss1 ss2 “” opt “”)
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]

Contoh membuat fillet
Ikuti langkah sebelumnya, program ini masih ada kaitannya dengan aturan tersebut.
[sourcecode language='cpp']
; cmf = contoh membuat fillet
(defun c:cmf (/ f1 f2 om opt)
(setq om (getvar “osmode”))
(if
(/= om 2)
(setvar “osmode” 2)
) ; if
(if
(and
(setq f1 (car (entsel “nPilih satu object garis horizontal”)))
(setq f2 (car (entsel “nPilih satu object garis vertical”)))
) ; and
(progn
(setq opt (getdist “nMasukan radius untuk fillet<1>: “))
(if (= opt nil)(setq opt 1))
(setvar “osmode” om)
(command “_fillet” “r” opt “_fillet” f1 f2 )
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]

Contoh membuat extend
Dibutuhkan dua buah garis, salah satu berbentuk horizontal, dari kordinat 0,0 sampai dengan 10,0. Buat lagi sebuah garis vertikal dengan kordinat 15,-5 sampai dengan kordinat 15,15.
Ujilah program ini, sejauhmana manfaatnya, perhatikan pemakaian fungsi osnap, banyak programmer yang menggunakan fungsi ini , karena osnap banyak sekali manfaatnya untuk digunakan pada program Autolisp.
[sourcecode language='cpp']
; cmge = contoh membuat garis extend
(defun c:cmge (/ f2 lst om ss ssn1 ssn2)
(princ “nPilih dua garis object”)
(setq ss (ssget))
(setq ssn1 (ssname ss 0))
(setq ssn2 (ssname ss 1))
(setvar “osmode” 1)
(setq str “nPilih yg mau dipanjangkan”)
(setq f2 (osnap (cadr (entsel str))) “endp”))
(setvar “osmode” 0)
(command “_extend” ssn1 ssn2 “” “e” “e” f2 “”)
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]



Contoh membuat chamfer
Buatlah garis dari kordinat 0,0 sampai dengan 10,0 dan sambungkan dari kordinat 10,0 sampai dengan 10,15, cobalah program ini anda akan merasakan manfaatnya.
[sourcecode language='cpp']
; cmch = contoh membuat chamfer
(defun c:cmch (/ f1 f2 dis)
(setq om (getvar “osmode”))
(if
(/= om 2)
(setvar “osmode” 2)
) ; if
(if
(and
(setq f1 (car (entsel “nPilih garis horizontal”)))
(setq f2 (car (entsel “nPilih garis vertical”)))
) ; and
(progn
(setvar “osmode” om)
(setq dis (getdist “nMasukan jarak untuk chamfer: “))
(command “_chamfer” “d” dis dis “” “_chamfer” f1 f2 “”)
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]

Latihan: membuat elemen-elemen bangunan
3 December, 2008 By Edwin Prakoso
Melanjutkan tutorial AutoCAD untuk pemula. Jika anda mengikuti tutorial menggunakan block, anda mungkin sudah mencoba juga membuat dynamic block untuk dinding. Dan anda mungkin ingin tahu bagaimana menyiapkan template yang digunakan saat latihan template. Di bagian ini kita akan membuat pintu, jendela, dan juga dinding untuk diletakkan pada denah. Pintu dan jendela akan dibuat menjadi block. Sementara untuk dinding kita tidak menggunakan dynamic block dulu. Yang ditekankan adalah workflow dan konsepnya.
Bukalah file latihan anda sebelumnya. Kita sudah membuat grids dan kolom. Tambahkan satu layer untuk membuat gambar pintu dan jendela. Berikan nama yang relevan.
Membuat Pintu
Buatlah beberapa pintu. Gunakan cara yang pernah anda lakukan di latihan membuat pintu. Buatlah dengan ukuran lebar masing-masing 600mm, 700 mm, dan 800 mm. Untuk pintu keempat, kopi pintu yang berukuran 800 mm, lalu mirror pintu anda agar menjadi pintu dobel.
Hapus rectangle di kanan (kusen). Aktifkan mirror, pilih pintu tersebut. Buat garis mirror di bagian kanan pintu. Saat AutoCAD menanyakan apakah anda ingin menghapus objek asli, ketik N [enter].
Description: mirror.gif
Buat semua pintu menjadi block, masing-masing P1, P2, P3, dan P4.
Gunakan titik-titik berikut sebagai insertion point.
Description: insertion point.jpg
Membuat Jendela
Membuat Jendela jauh lebih mudah daripada membuat pintu. Buatlah gambar berikut.
Description: jendela.jpg
Ukuran kusen jendela sama dengan kusen pintu, yaitu 50×150. Dan lebar jendela berturut-turut 600mm, 750mm, dan 2x750mm. Buat masing-masing menjadi block dengan nama W1, W2, dan W3.
Membuat Dinding
Banyak cara menggambar di AutoCAD. Namun seperti biasa, di sini cara yang dibahas mungkin tidak lazim digunakan :) Yang pasti kita tidak akan menggunakan multilines. Dan tentu kita tidak akan menggambar dengan lines karena tidak produktif. Secara lengkap dinding dibuat dari dinding bata di dalamnya, dan finishing di luarnya. Dilambangkan dengan empat garis paralel, dan diberikan hatch (arsiran) sebagai penegas. Banyak yang melakukannya dengan multilines, namun kesulitan akan muncul pada saat memberikan hatch. Kita akan melakukannya dengan rectangle.
Lakukan langkah-langkah berikut:
1.     Aktifkan layer A-wall. Lalu aktifkan rectangle. Buat rectangle dengan ukuran 500×150 mm.
2.     Aktifkan layer A-detail-wall. Buat satu rectangle di tengah-tengah rectangle sebelumnya. Anda dapat melakukannya dengan memulai starting point offset 20mm dari rectangle pertama. Buat dengan ukuran 500×110 mm.
3.     Terakhir, tambahkan hatch di dalam rectangle terakhir. Berikan hatch ANSI32 dengan skala 5. Hatch dapat diaktifkan dengan mengetikkan H [enter]. Pastikan pilihan associative diaktifkan. Associative akan membuat hatch selalu mengikuti perubahan bentuk geometri dinding kita.
4.     Buat dua jenis dinding. Yaitu dinding bata dan trassram. Bentuk dinding trassram hanya sedikit berbeda dengan dinding bata. Kopilah dinding yang pertama ini, dan tambahkan hatch ANSI31. Berikan dengan skala 5, dan anglenya 90, agar saling tegak lurus dengan hatch sebelumnya.
5.     Uji dengan melakukan stretch pada kedua dinding. Di tutorial dynamic block, dinding ini didefenisikan sebagai library block. Jika anda ingin melakukan hal serupa, dapat mencobanya dengan membaca tutorial tersebut.

AutoCAD Tips: Mencetak Banyak Gambar AutoCAD dengan Sekali Klik!
22 October, 2010 By Edwin Prakoso
Salah satu tip yang sering ditanyakan oleh pengguna AutoCAD adalah mencetak banyak gambar sekaligus, atau dikenal sebagai batch plot. Tentunya tidak praktis kalau kita butuh mencetak ratusan gambar dan harus pick boundary dari model untuk setiap lembarnya. Nah, ini alasan kenapa anda butuh menggunakan layout! Tidak hanya mencetak ratusan gambar sekaligus, anda dapat mencetaknya ke beberapa plotter juga. Misalnya anda butuh mencetak dalam format A1 dan A3 ke printer berbeda, atau anda punya beberapa plotter dan ingin mencetak ratusan gambar ke plotter-plotter tersebut. Banyak plotter yang bekerja, akan lebih cepat bukan?
Page Setup Manager
Sebelum anda menggunakan AutoCAD batch plot, anda harus mengatur gambar anda di layout dengan menggunakan page setup yang benar.
Anda dapat mendefenisikan page setup di page setup manager. Anda dapat membukanya melalui menu AutoCAD menu> print> page setup. Atau anda dapat membuka layout, klik kanan pada tab layout dan memilih page setup manager dari contextual menu.
Description: page setup Need Batch Plot Your AutoCAD Drawings to Several Plotters at Once?
Sekarang anda akan melihat page setup manager terbuka. Di beberapa template AutoCAD standar, beberapa page setup sudah terinstall, tapi umumnya belum. Kita dapat membuat baru dengan mengklik new.
Description: page setup manager Need Batch Plot Your AutoCAD Drawings to Several Plotters at Once?
Beri nama page setup yang sesuai. Di sini saya menggunakan A1 dwf. Di page setup ini saya ingin mengatur ukuran kertas menjadi A1 dan saya ingin mencetaknya ke printer DWF.
Sekarang saya buat satu lagi: A3 pdf. Saya ingin yang satu ini ke printer PDF. Kalau anda punya printer, anda dapat mengaturnya ke sana.
Jangan lupa untuk mengatur layout AutoCAD untuk menggunakan page setup tersebut. Bukalah layout yang ingin anda set, lalu buka page setup manager. Anda dapat melihat nama layout di bagian current layout. Di bawah ini layout saya adalah layout3.
Pilih page setup yang ingin anda gunakan, lalu klik set current. Anda akan melihat nama page setup di sebalah layout di dalam tanda kurung.
Description: page setup manager with page setup Need Batch Plot Your AutoCAD Drawings to Several Plotters at Once?
Sekarang periksalah sheet AutoCAD tersebut. Jika ada tampilan yang belum sesuai perbaikilah sekarang. Tambahkan semua informasi yang masih tertinggal.
Batch Plot
Sekarang setelah anda memiliki beberapa sheet untuk dicetak, anda dapat mencoba mencetak seluruhnya sekaligus. Anda dapat membuka dialog publish dengan mengakses AutoCAD menu > publish atau print> batch plot.
Di bawah, anda dapat melihat model dan layout dari gambar saya. Anda dapat juga menambahkan layout dari gambar lain tanpa membuka gambar tersebut.
Description: publish_dialog_thumb
Kesimpulannya, menggunakan layout banyak memiliki keuntungan. Batch plot hanya lah salah satunya. Apakah anda sudah menggunakan layout?

Membuat Gambar Sketch dengan AutoCAD
11 December, 2007 By Edwin Prakoso
Dua minggu ini saya tidak sempat mengupdate artikel di blog ini. Ada alasan yang bagus untuk itu! Lahirnya Edo Junior! Rama Wira Prakoso, demikian kami memberikan namanya, membuat saya tidak bisa berkonsentrasi pada hal lain :)
Di artikel ini saya akan membahas sedikit tentang AutoCAD. Saya suka melihat gambar sketch tangan. Seringkali saya merasa, kalau bisa gambar sketch tangan, saya lebih suka membuat konseptual dengan sketch ketimbang dengan komputer.
Sekarang kita bisa membuat efek sketch di AutoCAD. Baik gambar 2D ataupun 3D seperti gambar berikut.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkRjhohT-w38yRKb8RRiV4n3mmbrGw1ZUCBH88noi0lm2griSahnPbIMTKve1e4BtsJpXt_jUgYI5Ka-WsVN5KUPZkdrtFSUHRrq5TxoCbZsxOVhzM3fUwU3CLiWBkrQvrVKTjQ8-Jtjk/s400/sketch+-+denah.jpg
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj58_SPt_kvKtbdX7hCClDvFAnK-lVYBzogXwnVmFTDp_EdIDxaCrk6ihyYlPO6Uyuz5RXkKPWIsjM_l7VqNiEsgxUxyxDDeKNBZHoUhumQr0lAImdujnCyf1ASjle6cBe-8s7a2XAYR8Q/s400/jitter.jpg
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2ep66Ra5xJ2JBvoVdTnpI3b0CN06zWy_jzFYdJ-dMaCc-SqXLQNmhoYq1g9hyphenhyphenIVmZToitjcykpr29dpJPKt5Qa1qYTZ8xxir6eDueFlTZjgxzTuET-ER_wWneeLdKdY8oZPxSbYeydsA/s400/VS+pallete.jpg
Caranya cukup sederhana. Bukalah pallete Visual Styles dengan mengakses menu tools> palletes> visual styles.
Di pallete tersebut, di bagian edge modifiers, aktifkan overhanging edges dan jitter edges. Lalu ganti overhang dan jitter sampai anda merasa cukup puas.

Membuat Per 3D Dengan Autocad
15 July, 2008 By adesu
Membuat per 3D buat drafter pemula bukan perkara gampang, apalagi dengan Autocad versi yang tidak /belum dilengkapi pasilitas pembuat per, pekerjaan ini termasuk sangat sulit karena mungkin tidak tahu trik.
Inilah cara pembuatannya
1). Pertama anda membuat sebuah lingkaran dengan diameter 10, dengan kordinat pada 0,0
Description: Membuat sebuah lingkaran
2). Membuat garis dari sebelah kiri lingkaran mengarah ke sebelah kanan lingkaran, kemudian di potong lingkaran tersebut dengan fungsi trim, garis horizontalnya supaya di hapus.
Description: http://images.cadesu.multiply.com/image/3/photos/31/600x600/3/Gbr.3.-Lingkaran-di-potong.JPG?et=%2BjplB3%2C%2BbJtkryshcOZJDA&nmid=105724193
3). Buat sebuah lingkaran kecil dengan diameter 1, taruh di sebelah kiri
Description: http://images.cadesu.multiply.com/image/3/photos/31/600x600/4/Gbr.4.-Buat-lingkaran-kecil.JPG?et=K77xUjJgg%2CWeHVLlA%2BboEA&nmid=105724193
4). Lingkaran tersebut di rotate3d
Description: http://images.cadesu.multiply.com/image/3/photos/31/600x600/5/Gbr.5.-Lingkaran-di-rotate3d.JPG?et=4WD2YALqQCKKRk1vMrGm5A&nmid=105724193
Lihat urutan pekerjaannya
Command: rotate3d
Current positive angle: ANGDIR=counterclockwise ANGBASE=0
Select objects: 1 found (pilih lingkaran kecil)
Select objects: ( di klik enter)
Specify first point on axis or define axis by
[Object/Last/View/Xaxis/Yaxis/Zaxis/2points]: x (pilih x sebagai sumbu )
Specify a point on the X axis <0,0,0>: _endp of (pilih ujung lingkaran besar sebelah kiri)
Specify rotation angle or [Reference]: r (ketik r)
Specify the reference angle <0>: 0 (ketik 0)
Specify the new angle: 90 (ketik 90)
5). Lakukan extrude terhadap lingkaran kecil tersebut dengan menggunakan path lingkaran gede.
Description: http://images.cadesu.multiply.com/image/2/photos/31/600x600/6/Gbr.6.-Extrude-lingkaran-kecil.JPG?et=p8DkiMbWBdURdEvlHuZ1zA&nmid=105724193
Command: ext
EXTRUDE
Current wire frame density: ISOLINES=4
Select objects: 1 found (pilih lingkaran kecil)
Select objects: (tekan enter)
Specify height of extrusion or [Path]: p (ketik P)
Select extrusion path or [Taper angle]: (tekan enter)
6). Lakukan fungsi mirror
Description: http://images.cadesu.multiply.com/image/2/photos/31/600x600/7/Gbr.7.-Mirror.JPG?et=JUsK0h%2CePU68b7gN2vtElw&nmid=105724193
Command: _mirror
Select objects: 1 found (pilih objek)
Select objects: (tekan enter)
Specify first point of mirror line: _endp of (pilih ujung garis path sebelah kiri)
Specify second point of mirror line: _endp of (pilih ujung garis path sebelah kanan)
Delete source objects? [Yes/No] <N>: (tekan enter)
7). Lakukan perubahan sudut pandang, agar anda bisa melihat lebih nyata, di klik menu “View > 3D Views > Viewpoint presents.. > pilih 315 dan 10 > ok
Description: http://images.cadesu.multiply.com/image/2/photos/31/600x600/8/Gbr.8.-View.JPG?et=RwXiUXRHrn6xvSKcmN1Mxg&nmid=105724193
8). Lakukan rotate3d terhadap objek paling atas atau sebelah kanan
Description: http://images.cadesu.multiply.com/image/2/photos/31/600x600/9/Gbr.9.-Rotate3d-atas.JPG?et=mBUTPmV2vtEmMO8S1tzMug&nmid=105724193
Command: rotate3d
Current positive angle: ANGDIR=counterclockwise ANGBASE=0
Select objects: 1 found (pilih objek paling atas)
Select objects: (tekan enter)
Specify first point on axis or define axis by
[Object/Last/View/Xaxis/Yaxis/Zaxis/2points]: y (pilih sumbu Y)
Specify a point on the Y axis <0,0,0>: 0,0 (ketik kordinat pada 0,0)
Specify rotation angle or [Reference]: r (ketik r)
Specify the reference angle <0>: 0 (ketik 0)
Specify the new angle: 10 (ketik 10)
9). Lakukan rotate3d terhadap objek paling bawah atau sebelah kiri
Description: http://images.cadesu.multiply.com/image/2/photos/31/600x600/10/Gbr.10.-Rotate3d-bawah.JPG?et=6jIRXwzeQS4TM8rPN3Uqrw&nmid=105724193
Command: rotate3d
Current positive angle: ANGDIR=counterclockwise ANGBASE=0
Select objects: 1 found (pilih objek paling kiri)
Select objects: (tekan enter)
[Object/Last/View/Xaxis/Yaxis/Zaxis/2points]: y (pilih sumbu y)
Specify a point on the Y axis <0,0,0>: 0,0 (ketik 0,0)
Specify rotation angle or [Reference]: r (pilih r)
Specify the reference angle <0>: 0 (ketik 0)
Specify the new angle: -10 (ketik minus 10)
10). Hapus garis Bantu
11). Gunakan fungsi move unruk memindahkan objek paling kiri di hubungkan dengan objek paling kanan.
Description: http://images.cadesu.multiply.com/image/1/photos/31/600x600/11/Gbr.11.-Move.JPG?et=BS4IIO7OvDL%2CA5XikAj0RA&nmid=105724193
12). Lakukan copy dari kedua objek tersebut untuk memperbanyak objeknya
Description: http://images.cadesu.multiply.com/image/1/photos/31/600x600/12/Gbr.12.-Final.JPG?et=IA6toNJu176VJLsgO0XOJA&nmid=105724193
13). Lakukan set ulang nilai “isolines” dari 4 ke 12
14). Lakukan regen.
15). Lakukan penggabungan semua objek dengan fungsi union, agar menjadi satu kesatuan.
16).Gunakan 3Dorbit untuk mendapatkan pandangan dari semua sisi, sehingga objek terlihat dari semua sisi.

Metoda lain membuat asbak
6 August, 2008 By adesu
Membuat objek 3D selain dengan cara extrude, bisa juga di lakukan dengan cara revolve, ikuti langkahnya sebagai berikut
1). Buat garis dengan menggunakan “Xline”
Command: _xline Specify a point or [Hor/Ver/Ang/Bisect/Offset]: h
Specify through point: 0,0
Specify through point: (tekan tombol enter)
Command: _xline Specify a point or [Hor/Ver/Ang/Bisect/Offset]: v
Specify through point: 0,0
Specify through point: : (tekan tombol enter)
Description: xline.jpg
2). Buat garis lain dengan menggunakan offset ke kiri 5 dan ke atas 5
Command: _offset
Specify offset distance or [Through] <5.0000>: 5
Select object to offset or : (pilih garis vertival/horizontal)
Specify point on side to offset: (arahkan kursor anda ke sebelah atas/samping kanan)
Description: xline offset.jpg
3). Buat offset lagi pada garis paling kanan dan paling bawah, dengan arah ke samping kiri dan ke arah atas
Command: _offset
Specify offset distance or [Through] <3.5000>: 1.5
Select object to offset or : (pilih garis vertical paling kiri)
Specify point on side to offset: (arahkan kursor anda ke sebelah kirinya)
Select object to offset or :(pilih garis horizontal paling bawah)
Specify point on side to offset: (arahkan kursos anda ke sebelah atasnya)
Description: xline offset 2.jpg
4). Lakukan dengan fungsi trim
Description: trim.jpg
5). Lakukan filet pada pojok dengan radius 0.5
Command: _fillet
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 0.0000
Select first object or [Polyline/Radius/Trim/mUltiple]: r
Specify fillet radius <0.0000>: 0.5
Select first object or [Polyline/Radius/Trim/mUltiple]: (pilih objek)
Select second object: (tekan tombol enter)
Command:FILLET
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 0.5000
Select first object or [Polyline/Radius/Trim/mUltiple]: (pilih objek)
Select second object: (tekan tombol enter)
Command:FILLET
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 0.5000
Select first object or [Polyline/Radius/Trim/mUltiple]: (pilih objek)
Select second object: (tekan tombol enter)
Command:FILLET
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 0.5000
Select first object or [Polyline/Radius/Trim/mUltiple]: (pilih objek)
Select second object: (tekan tombol enter)
Description: fillet.jpg
6). Lakukan pedit agar objek menjadi satu entity
Command: pedit
Select polyline or [Multiple]:
Object selected is not a polyline
Do you want to turn it into one? y
Enter an option [Close/Join/Width/Edit vertex/Fit/Spline/Decurve/Ltype
gen/Undo]: j
Select objects: Specify opposite corner: 10 found
Select objects: (tekan tombol enter)
9 segments added to polyline
Enter an option [Open/Join/Width/Edit vertex/Fit/Spline/Decurve/Ltype gen/Undo]: (tekan tombol enter)
7). Lakukan dengan fungsi revolve
Command: revolve
Current wire frame density: ISOLINES=4
Select objects: 1 found ( di klik objek tadi)
Select objects: (tekan tombol enter)
Specify start point for axis of revolution or
define axis by [Object/X (axis)/Y (axis)]: _endp of (gunakan fungsi osnap)
Specify endpoint of axis: _endp of (gunakan fungsi osnap)
Specify angle of revolution <360>: (tekan tombol enter saja)
Description: revolve.jpg
8). Rubah posisi asbak agar menghadap ke atas, gunakan fungsi rotate3d
Command: rotate3d
Current positive angle: ANGDIR=counterclockwise ANGBASE=0
Select objects: 1 found ( di klik objek asbak)
Select objects: (tekan tombol enter)
Specify first point on axis or define axis by
[Object/Last/View/Xaxis/Yaxis/Zaxis/2points]: x (pilih sumbu X)
Specify a point on the X axis <0,0,0>: _cen of (pilih center dasar asbak)
Specify rotation angle or [Reference]: r
Specify the reference angle <0>: 0
Specify the new angle: 90
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/08/rotate3d.jpg
9). Untuk langkah selanjutnya membuat dudukan tempat menaruh rokok, ikuti tutorial pada http://tentangcad.com/2008/07/membuat-asbak/
10). Hasil akhir dari langkah di atas
Description: final result.jpg









AutoCAD Fillet
5 July, 2008 By igun
Perintah Fillet digunakan untuk membuat busur pada dua segmen yang berpotongan.
Yang pertama kali harus dilakukan dalam menggunakan perintah ini adalah mengatur jari-jari (radius) sesuai dengan yang kita inginkan. Perhatikanlah “Current settings” untuk status perintah ini
Description: AutCAD Fillet
Urutan perintah:
Command: FILLET
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 0.0000
Select first object or [Polyline/Radius/Trim]: R
Specify fillet radius <0.0000>: 5
Select first object or [Polyline/Radius/Trim]: (titik 1)
Select second object: (titik 2)
Selain pada garis, perintah Fillet juga dapat digunakan pada lingkaran atau arc
Description: AutoCAD Fillet
Fillet Polyline
Pilihan Polline pada perintah ini digunakan untuk melakukan fillet pada poltline hanya dalam sekali klik. Rectangle dan polygon termasuk objek polyline dan kita dapat melakukan fillet pada setiap sudutnya dengan sekali klik
Description: Fillet Polyline
Command: FILLET
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 5.0000
Select first object or [Polyline/Radius/Trim]: P
Select  polyline: (klik pada polyline)
 
No trim
AutoCAD memberikan pilihan untuk mode trim. Dapat kita lihat, pada defaultnya mode fillet adalah adalah “Trim”. Kita dapat mengatur mode trim dengan memilih option trim.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/filletnotrim.jpg
Command: FILLET
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 5.0000
Select first object or [Polyline/Radius/Trim]: T
Enter Trim mode option [Trim/No trim] <Trim>: N
Select first object or [Polyline/Radius/Trim]: (titik 1)
Select second object: (titik 2)
Fillet dengan R=0
Cobalah melakukan fillet dengan radius 0 untuk objek seperti pada gambar. Dengan memberikan nilai 0 kita dapat membuat pertemuan dua garis dengan syarat mode trim = ”Trim”
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/fillet3-300x241.jpg
Command: FILLET
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 5.0000
Select first object or [Polyline/Radius/Trim]: R
Specify fillet radius <5.0000>: 0
Select first object or [Polyline/Radius/Trim]: (titik 1)
Select second object: (titik 2)

Fillet 3d
Perintah Fillet dapat juga digunakan pada objek 3D.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/fillet3d-300x111.jpg
Command: FILLET
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 0.0000
Select first object or [Undo/Polyline/Radius/Trim/Multiple]:
Enter fillet radius <0.0000>: 10
Select an edge or [Chain/Radius]: (titik 1)
Select an edge or [Chain/Radius]: (titik 2)
Select an edge or [Chain/Radius]: (titik 3)
3 edge(s) selected for fillet.
Multiple dan Undo
Pada AutoCAD dengan versi yang lebih baru, ada option tambahan yaitu Multiple dan Undo. Option Multiple digunakan untuk Fillet berulang. Pada versi sebelumnya setiap perintah fillet digunakan hanya untuk sekali fillet dan kita harus mengulangnya kembali ketika akan melakukan fillet pada objek lain. Sedangkan Option Undo dilakukan untuk membatalkan proses fillet sebelumnya.

Membuat Program Pertama
9 July, 2008 By adesu
Merancang sebuah program
Program bisa bekerja kalau format programnya telah benar, artinya didalam susunan baris ke barisnya telah sesuai aturan program Autolisp, dan tidak terdapat kekeliruan.
Seting snap dalam Autocad, dapat menyebabkan pekerjaan Autolisp menjadi berantakan, ide yang sangat baik, bila saklar snap selalu dalam keadaan mati, ketika program mulai bekerja dan dihidupkan ketika perlu, fungsi blip pada layar monitor harap dimatikan pula, perlu diingat, kembalikan seting Autocad ke asal ketika program telah selesai bekerja.
Penulis akan memperlihatkan cara membuat program, dengan yang sederhana kemudian berlanjut sesuai keperluannya, pertama sebuah contoh bagaimana cara membuat sebuah garis lurus, dari kordinat (0,0,0) ke kordinat (10,0,0).
Kembali ke visual lisp console, di klik ikon yang bernama “New File”, kemudian salin rumusan pada gambar di bawah ini, pada saat mengetikan huruf atau angka dan kurung kurawal, seketika warna tampilan akan otomatis berubah sesuai aturan pada table 1, setelah selesai segera lakukan save, dengan nama Test.lsp.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/sebelum_disave-300x134.jpg
Keterangan gambar: Membuat program ketika pertama kali sebelum di save
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/tabel_elemen_autolisp-300x234.jpg
Keterangan Tabel: Perubahan warna huruf ketika dibuat di Visual Lisp Console (klik untuk melihat gambar besarnya)
Meloading program
Ada dua cara untuk meloading sebuah program, kedalam sesi Autocad, serta ada yang permanen dan ada pula yang sementara.
Permanen
Untuk yang permanen ikuti petunjuk, anda dapat mengakses menu AutoCAD tools>load application… Ini akan membuka kotak dialog load/unload application.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/load-unload-dialog-271x300.jpg
Langkah selanjutnya adalah lakukan klik pada tombol “Contents..” yang akan membuka dialog startup suite. Tekan tombol “Add”, lakukan pencarian dimana disimpannya file yang anda simpan tersebut, setelah ketemu, tekan add dan tekan selanjutnya close sampai dialog tersebut tutup.
Pada sesi lain, lakukan untuk menetapkan agar Autocad selalu membaca ketika setiap saat dibuka, arahkan kursor ke menu “Tools”, kemudian pilih “Options” dan di klik, akan timbul dialog Options.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/dialog_option-300x234.jpg
Pilih tanda”+” dan di klik pada “Support File Search Path”, folder tersebut akan terurai kebawah, disebelah kanan dialog cari tombol add yang berada dibawah tombol browse, kemudian lakukan tekan tombol “Add”, bagian akhir atau paling bawah support file search path tadi , akan terbentuk sejenis kotak kosong, tekan lagi tombol ”Browse” maka dialog berikutnya akan muncul, cari lagi file yang anda simpan, tetapi disini bukan mencari filenya, hanya mencari lokasi folder tempat file tersebut disimpan, setelah diketemukan tekan tombol ok, dan lanjutkan dengan menekan tombol “Apply” ikuti dengan tekan tombol “OK”.
Sementara
Meloading kode untuk sementara, yaitu dengan cara , buka “visual lisp console editor”, buka file “Test.lsp”, setelah terbuka cari ikon yang bernama “Load active edit window”, tekan tombol tersebut, dan seketika editor berubah ke “Visual lisp console”, dengan menampilkan
; 1 form loaded from #
_$
Keterangan diatas menyatakan, bahwa pada drive F dengan folder Test, dan nama file Autolispnya Test.LSP, telah dilakukan loading.
Ini bukti bahwa anda telah meload sebuah program, ke Autocad seperti nama yang terlampir di atas.
Mencoba program
Sekarang Autocad sudah siap untuk menerima perintah yang anda masukan, yang harus diketahui oleh setiap pemakai cad, adalah perintah apa yang harus dimasukkan ke command prompt, kembali lagi kita ke kode Autolisp yang telah ditulis.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/defenisi-command-300x88.jpg
Keterangan gambar: Tanda panah menunjukan nama kode dari program itu.
Lihat tanda panah warna biru, menunjuk pada kata “test”, selalu diletakkan setelah kata “c:”, itu adalah kode yang harus anda ingat , ketika akan menguji sebuah program.
Ketik kata “test” pada command prompt, lanjutkan dengan menekan tombol enter, amati hasilnya dan apa yang terjadi, seketika timbul di layar monitor sebuah garis lurus , dari kordinat 0,0 sampai dengan kordinat 10,0

Contoh program
12 September, 2008 By adesu
Contoh Membuat Garis
Teknik menggambar yang paling dasar adalah membuat garis, garis harus dibuat dari awal tujuan sampai ke akhir tujuan, contoh dibawah ini memperlihatkan sebuah program membuat garis, dengan bantuan fungsi seting “orthomode “ agar didapat kedudukan kursor hanya pada posisi horizontal atau vertikal, sebelum program ini bekerja seting orthomode harus diubah ke nilai satu, dengan bantuan fungsi “if”, akan memberikan alternative jika seting orthomode telah diset ke nilai satu, maka fungsi if ini tidak akan bekerja, tetapi bila seting orthomode itu selain nilai 1, maka fungsi if akan bekerja dan langsung diset ke angka 1.
Langkah selanjutnya mengeset variabel p1, disini program diset sedemikian rupa, langkah pertama yang muncul di layar monitor, adalah menanyakan kepada user atau pemakai, agar kursor di klik disembarang tempat, dan pada pertanyaan itu terdapat tanda “ <0,0,0> “, yang artinya bila pemakai tidak berkeinginan untuk melakukan proses klik, pemakai hanya dianjurkan menekan tombol enter saja, otomatis variabel p1 itu akan diset ke nilai (0 0 0) berkat bantuan fungsi if, demikian pula pada variabel p2, fungsi kerjanya sama dengan variabel p1, tapi ada satu tambahan setelah fungsi getpoint ditambahkan variabel p1, ini tujuannya agar garis kursor atau rubber band selalu mengikuti kemana arah kursor dialihkan.
Kemudian dengan bantuan fungsi if lagi, memastikan apakah varibel p1 dan p2 masih ada atau eksis , jika hasilnya betul , perintah pembuatan garis dilaksanakan, lantas dilanjutkan dengan perintah pembesaran agar garis tadi yang dibuat bisa terlihat dengan jelas.
Perintah terakhir adalah mengembalikan fungsi seting orthomode ke asal kembali, dan menutup program dengan fungsi princ, agar program keluar dengan tenang.
[sourcecode language='cpp']
; cmg = contoh membuat garis
(defun c:cmg (/ om p1 p2)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(/= om 1)
(setvar “orthomode” 1)
) ; if
(setq p1 (getpoint “nDi klik pada sembarang lokasi<0,0,0>: “))
(if (= p1 nil)(setq p1 ‘(0 0 0)))
(setq p2 (getpoint p1 “nDi klik pada sembarang lokasi<10,0,0>: “))
(if (= p2 nil)(setq p2 ‘(10 0 0)))
(if
(and p1 p2)
(command “_line” p1 p2 “”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh Membuat Kotak
Membuat kotak bisa dibuat berbagai cara , dengan menggunakan fungsi line akan terbentuk kotak dengan garis individual, dengan fungsi pline membentuk jadi satu entiti, serta dengan fungsi rectangular akan terbentuk jadi satu entiti pula.
[sourcecode language='cpp']
; cmk = contoh membuat kotak
(defun c:cmk (/ om p1 p2 p3 p4)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(/= om 1)
(setvar “orthomode” 1)
) ; if
(setq p1 (getpoint “nDi klik pada sembarang lokasi<0,0,0>: “))
(if (= p1 nil)(setq p1 ‘(0 0 0)))
(setq p2 (getpoint p1 “nDi klik pada sembarang lokasi<10,0,0>: “))
(if (= p2 nil)(setq p2 ‘(10 0 0)))
(setq p3 (getpoint p2 “nDi klik pada sembarang lokasi<10,5,0>: “))
(if (= p3 nil)(setq p3 ‘(10 5 0)))
(setq p4 (getpoint p3 “nDi klik pada sembarang lokasi<0,5,0>: “))
(if (= p4 nil)(setq p4 ‘(0 5 0)))
(command “_pline” p1 p2 p3 p4 “c” “”)
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh Membuat Lingkaran
Lingkaran bisa pula dibuat dengan beberapa cara, umumnya dibuat dengan fungsi circle, objek menjadi satu entiti, tapi tidak tertutup kemungkinan bisa dibuat dengan menggunakan point
[sourcecode language='cpp']
; cml = contoh membuat lingkaran
(defun c:cml (/ om p1 p2 p3 p4)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(/= om 1)
(setvar “orthomode” 1)
) ; if
(setq rad (getdist “nMasukan radius lingkaran<5>: “))
(if (= rad nil)(setq rad 5))
(setq p1 (getpoint “nDi klik pada sembarang lokasi<0,0,0>: “))
(if (= p1 nil)(setq p1 ‘(0 0 0)))
(command “_circle” p1 rad “”)
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh Membuat Elip
Elip adalah lingkaran yang radiusnya tidak sama, maka ada yang bernama radius besar dan radius kecil, elip bisa dibuat dari sebuah lingkaran , dengan trik tertentu maka sebuah lingkaran bisa menjadi sebuah elip
[sourcecode language='cpp']
; cme = contoh membuat elip
(defun c:cme (/ om p1 p2 pt)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(/= om 1)
(setvar “orthomode” 1)
) ; if
(setq minor (getdist “nMasukan jarak terpendek<5>: “))
(if (= minor nil)(setq minor 5))
(setq major (getdist “nMasukan jarak terpanjang<10>: “))
(if (= major nil)(setq major 10))
(setq pt (getpoint “nKlik lokasi untuk elip<0,0,0>: “))
(if (= pt nil)(setq pt ‘(0 0 0)))
(setq p1 (polar pt (* pi 0.5)(/ minor 2.0)))
(setq p2 (polar pt 0 (/ major 2.0)))
(command “_ellipse” pt p1 p2)
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh membuat Arc
Membuat busur atau arc, dibutuhkan tiga buah titik, yang berupa variabel, sebenarnya untuk membuat arc ada beberapa cara, tetapi disini hanya disajikan yang paling mudah dipelajari.
[sourcecode language='cpp']
; cma = contoh membuat arc
(defun c:cma (/ om p1 p2 p3)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(= om 1)
(setvar “orthomode” 0)
) ; if
(setq p1 (getpoint “nKlik untuk awal arc<0,0,0>: “))
(if (= p1 nil)(setq p1 ‘(0 0 0)))
(setq p2 (getpoint p1″nKlik untuk tengah arc<10,0,0>: “))
(if (= p2 nil)(setq p2 ‘(10 0 0)))
(setq p3 (getpoint p2″nKlik untuk akhir arc<10,10,0>: “))
(if (= p3 nil)(setq p3 ‘(10 10 0)))
(command “_arc” p1 p2 p3 “”)
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh Membuat Segi banyak
Poligon atau segi banyak, adalah jumlah sudutnya atau seginya bisa diatur sesuai keinginan pemakai, dan bentuk segi tersebut akan dibentuk diluar atau didalam radius lingkaran, tergantung pilihan dari para pemakainya.
[sourcecode language='cpp']
; cmsb = contoh membuat segi banyak
(defun c:cmsb (/ om p1 p2 p3)
(setq om (getvar “orthomode”))
(if
(= om 1)
(setvar “orthomode” 0)
) ; if
(setq jml (getint “nJumlah polygon<6>: “))
(if (= jml nil)(setq jml 6))
(setq opt (strcase (getstring “nPilih Inscribed/Circumscribed: “)))
(cond ((= opt nil)(setq opt “I”))
((= opt “C”)(setq opt “C”))
) ; cond
(setq p1 (getpoint “nJarak radius polygon<0,0,0>: “))
(if (= p1 nil)(setq p1 ‘(0 0 0)))
(setq p2 (getdist p1″nJarak radius polygon<10>: “))
(if (= p2 nil)(setq p2 10))
(command “_polygon” jml p1 opt p2 “”)
(command “_zoom” “e”)
(setvar “orthomode” om)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
15.7. Contoh membuat Copy
Program ini akan bekerja hanya untuk mendeteksi sebuah lingkaran , dan akan membuat duplikat, serta akan menanyakan kepada pemakai, lokasi dimana diletakannya untuk objek baru.
[sourcecode language='cpp']
; cmo = contoh membuat copy
(defun c:cmo (/ bp etyp om opt ss sse ssn)
(if
(setq ss (car (entsel “nPilih satu object lingkaran”)))
(progn
(setq sse (entget ss))
(setq etyp (cdr (assoc 0 sse)))
(if
(= etyp “CIRCLE”)
(progn
(setq bp (cdr (assoc 10 sse)))
(setq opt (getpoint “nPilih lokasi untuk copy<0,0,0>: “))
(command “_copy” ss “” bp opt)
) ; progn
(alert “nObjek bukan lingkaran”)
) ; if
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
15.8. Contoh membuat copy array
Membentuk duplikat ada dua cara, salah satunya bentuk melingkar dan berbaris, dengan program ini kedua-duanya dipakai.
[sourcecode language='cpp']
; cmca = contoh membuat copy array
(defun c:cmca (/ column etyp lok opt pitch pitch_column
pitch_row rotasi row ss sse total_polar)
(if
(setq ss (car (entsel “nPilih satu object lingkaran”)))
(progn
(setq sse (entget ss))
(setq etyp (cdr (assoc 0 sse)))
(if
(= etyp “CIRCLE”)
(progn
(setq opt (strcase (getstring “nPilih polar/rectang[P/R]: “)))
(cond
((= opt “P”)
(progn
(setq opt “P”)
(setq total_polar (getint “nJumlah polar<15>: “))
(if (= total_polar nil)(setq total_polar 15))
(setq rotasi (getreal “nSudut putar<360>: “))
(if (= rotasi nil)(setq rotasi 360))
(setq lok (getpoint “nBasis rotasi<0,0,0>: “))
(if (= lok nil)(setq lok ‘(0 0 0)))
(command “_array” ss “” opt lok total_polar rotasi “”)
) ; progn
)
((and (= opt “R”)(= opt “”))
(progn
(setq opt “R”)
(setq row (getint “nJumlah baris<5>: “))
(if (= row nil)(setq row 5))
(setq column (getint “nJumlah kolom<5>: “))
(if (= column nil)(setq column 5))
(setq pitch (getreal “nJarak baris<10>: “))
(if (= pitch_row nil)(setq pitch_row 10))
(setq pitch_column (getreal “nJarak kolom<15>: “))
(if (= pitch_column nil)(setq pitch_column 15))
(command “_array” ss “” opt row column pitch_row pitch_column)
) ; progn
)
) ; cond
) ; progn
(alert “nObjek bukan lingkaran”)
) ; if
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh membuat offset
Sebelum menjalankan program ini, buatlah terlebih dahulu sebuah garis, langkah berikutnya akan menanyakan jarak offsetnya yang harus diisi, nilainya bisa bilangan bulat ataupun bilangan real (yang memakai koma), kemudian akan menanyakan dimana lokasi untuk menaruh offsetnya.
[sourcecode language='cpp']
; cmo = contoh membuat offset
(defun c:cmo (/ dis etyp pt ss sse)
(if
(setq ss (car (entsel “nPilih satu object garis”)))
(progn
(setq sse (entget ss))
(setq etyp (cdr (assoc 0 sse)))
(if
(= etyp “LINE”)
(progn
(setq dis (getdist “nJarak offset: “))
(setq pt (getpoint “nKlik disebelah garis: “))
(command “_offset” dis ss pt “”)
) ; progn
(alert “nObjek bukan garis”)
) ; if
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh membuat mirror
Buatlah sebuah rectangular atau kotak, disebelah kotak tersebut buat lagi sebuah garis dengan panjang sembarang, lalu jalankan program ini.
[sourcecode language='cpp']
; cmm = contoh membuat mirror
(defun c:cmm (/ ep sp ss1 ss2 sse)
(if
(setq ss1 (car (entsel “nPilih satu object”)))
(progn
(if
(setq ss2 (car (entsel “nPilih satu object sebagai referensi”)))
(progn
(setq sse (entget ss2))
(setq sp (cdr (assoc 10 sse)))
(setq ep (cdr (assoc 11 sse)))
(command “_mirror” ss1 ss2 “” sp ep “”)
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh membuat move
Buatlah sebuah lingkaran dengan diameter bebas, jalankan program ini dan ikuti petunjuknya yang dikeluarkan oleh program ini.
[sourcecode language='cpp']
; cmmo = contoh membuat move
(defun c:cmmo (/ bp etyp om opt ss sse ssn)
(if
(setq ss (car (entsel “nPilih satu object lingkaran”)))
(progn
(setq sse (entget ss))
(setq etyp (cdr (assoc 0 sse)))
(if
(= etyp “CIRCLE”)
(progn
(setq bp (cdr (assoc 10 sse)))
(setq opt (getpoint “nPilih lokasi untuk lokasi baru<0,0,0>: “))
(if (= opt nil)(setq opt ‘(0 0 0)))
(command “_move” ss “” bp opt)
) ; progn
(alert “nObjek bukan lingkaran”)
) ; if
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh membuat trim
Buat garis horizontal, kemudian buat lagi garis bentuk vertikal dengan memotong garis horizontal, kemudian jalankan program ini.
[sourcecode language='cpp']
; cmt = contoh membuat trim
(defun c:cmt (/ om opt ss1 ss2)
(if
(and
(setq ss1 (car (entsel “nPilih satu object garis horizontal”)))
(setq ss2 (car (entsel “nPilih satu object garis vertical”)))
) ; and
(progn
(setq om (getvar “osmode”))
(if
(/= om 1)
(setvar “osmode” 1)
) ; if
(setq opt (getpoint “nPilih salah satu ujung garis: “))
(setvar “osmode” om)
(command “_trim” ss1 ss2 “” opt “”)
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh membuat fillet
Ikuti langkah sebelumnya, program ini masih ada kaitannya dengan aturan tersebut.
[sourcecode language='cpp']
; cmf = contoh membuat fillet
(defun c:cmf (/ f1 f2 om opt)
(setq om (getvar “osmode”))
(if
(/= om 2)
(setvar “osmode” 2)
) ; if
(if
(and
(setq f1 (car (entsel “nPilih satu object garis horizontal”)))
(setq f2 (car (entsel “nPilih satu object garis vertical”)))
) ; and
(progn
(setq opt (getdist “nMasukan radius untuk fillet<1>: “))
(if (= opt nil)(setq opt 1))
(setvar “osmode” om)
(command “_fillet” “r” opt “_fillet” f1 f2 )
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh membuat extend
Dibutuhkan dua buah garis, salah satu berbentuk horizontal, dari kordinat 0,0 sampai dengan 10,0. Buat lagi sebuah garis vertikal dengan kordinat 15,-5 sampai dengan kordinat 15,15.
Ujilah program ini, sejauhmana manfaatnya, perhatikan pemakaian fungsi osnap, banyak programmer yang menggunakan fungsi ini , karena osnap banyak sekali manfaatnya untuk digunakan pada program Autolisp.
[sourcecode language='cpp']
; cmge = contoh membuat garis extend
(defun c:cmge (/ f2 lst om ss ssn1 ssn2)
(princ “nPilih dua garis object”)
(setq ss (ssget))
(setq ssn1 (ssname ss 0))
(setq ssn2 (ssname ss 1))
(setvar “osmode” 1)
(setq str “nPilih yg mau dipanjangkan”)
(setq f2 (osnap (cadr (entsel str))) “endp”))
(setvar “osmode” 0)
(command “_extend” ssn1 ssn2 “” “e” “e” f2 “”)
(command “_zoom” “e”)
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]
Contoh membuat chamfer
Buatlah garis dari kordinat 0,0 sampai dengan 10,0 dan sambungkan dari kordinat 10,0 sampai dengan 10,15, cobalah program ini anda akan merasakan manfaatnya.
[sourcecode language='cpp']
; cmch = contoh membuat chamfer
(defun c:cmch (/ f1 f2 dis)
(setq om (getvar “osmode”))
(if
(/= om 2)
(setvar “osmode” 2)
) ; if
(if
(and
(setq f1 (car (entsel “nPilih garis horizontal”)))
(setq f2 (car (entsel “nPilih garis vertical”)))
) ; and
(progn
(setvar “osmode” om)
(setq dis (getdist “nMasukan jarak untuk chamfer: “))
(command “_chamfer” “d” dis dis “” “_chamfer” f1 f2 “”)
) ; progn
(alert “nObjek tidak terpilih,ulangi”)
) ; if
(princ)
) ; defun
[/sourcecode]

Menafsirkan program
10 July, 2008 By adesu
Amati kode di gambar tutorial sebelumnya, program tersebut menunjukkan pada kita, bahwa program itu sedang membuat garis dari kordinat “0,0,0” ke kordinat “10,0,0”, dengan menggunakan variabel p1 dan p2, perintah Autocad menjalankan berdasarkan masukkan dari variabel tersebut.
Baris pertama dari gambar 2.010, adalah “ (defun c:test (/ p1 p2) ”, program Autolisp selalu didahului oleh kurung buka, kemudian diikuti fungsi lain, disini terdapat kata “ defun ”, uraian lengkap telah dibahas pada posting ini: penentu fungsi, setelah kata “ c: ” ada tulisan “ test ”, kata ini boleh diganti sesuka pembuatnya, yang penting kata untuk pemanggil program ini jangan sampai bentrok dengan kata yang terdapat pada command alias pada Autocad, lihat pada attachment ini.
Tentu saja ada beberapa program yang bentuknya agak lain, misalnya:
(defun c:test ()
Variabel yang terkandung didalamnya, dengan sengaja tidak di riset menjadi nol, dengan tujuan tertentu variabel dijadikan global variabel.
(defun c:test (/)
Kasusnya hampir sama dengan sebelumnya, hanya ada penambahan garis miring saja, tetapi kegunaannya tidak begitu berpengaruh pada program tersebut.
(defun c:test (/ p1 p2)
Dan pada baris ketiga terdapat local variable p1 dan p2, sengaja dicantumkan disitu agar variable tersebut setelah program dijalankan nilai variabel p1 dan p2 akan menjadi nol atau nil.
(defun c:test (a b c / p1 p2)
Serta yang terakhir mengandung huruf a, b dan c. telah diuraikan lebih jelas pada penentu fungsi.
Berikutnya baris (setq p1 ‘(0 0 0)), ini artinya variabel yang bernama p1 minta diset ke nilai 0,0,0 pada kordinat di area gambar, anda boleh saja menamai variabel tersebut sesuka anda, yang penting antar variabel jangan sampai terjadi duplikat nama, nanti akan membingungkan Autocad sendiri. Setq adalah singkatan dari Set to Quote, atau minta diset ke nilai tertentu untuk variabel yang bernama “anu”, persamaan tersebut bisa juga berbetuk lain, contohnya (setq p1 (list 0 0 0)), antara quote atau “ ‘ “ dan list adalah pengertiannya sama, jadi anda bisa menulis ‘(0 0 0)’ ataupun (list 0 0 0), lihat dibawah ini.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/contoh-lain-program-300x78.jpg
Keterangan gambar: Contoh bentuk lain menulis program
Poin “(setq p2 ‘(10 0 0))” tidak perlu dibahas karena sudah tercakup pada uraian diatas, baris berikutnya terdapat “ (command “_line” p1 p2 “”) “, ini artinya menjelaskan kepada Autocad agar dilakukan perintah pembuatan sebuah garis dari variabel p1 ke variabel p2, sedang tanda “” adalah sama dengan tekan enter. Baris berikutnya “ (princ) “ ini menjelaskan setelah program tersebut bekerja , akan keluar dengan tenang, terakhir setiap program harus ditutup oleh kurung tutup.
Autolisp adalah program bahasa computer yang paling banyak menggunakan kurung kurawal, hati-hati penggunaan kurung kurawal ini, karena semua programmer Autolisp sering menemui kekeliruan hanya pada kekurangan atau kelebihan kurung kurawal, tetapi kadang kala kesalahan sedikit membuat program menjadi tidak bisa bekerja, ataupun sulit menganalisa letak kesalahannya.

Apakah kemampuan pengguna CAD di perusahaan anda sudah baik?
Description: using computer
© Danny Hooks | Dreamstime.com
Seperti yang kita ketahui, setiap tahun Autodesk mengeluarkan versi terbaru produk-produknya. Vendor software CAD lain juga tidak kalah agresif. Bentley bahkan bisa mengeluarkan minor update 3-4 kali setahun.
Dalam setiap update terbaru, tentu ada fitur-fitur baru, baik signifikan ataupun tidak. Apakah pengguna CAD di perusahaan anda sudah menguasai fitur-fitur barunya? Atau masih menggunakannya dengan cara yang sama seperti 10 tahun yang lalu?
Fitur baru (tidak) penting!
Mungkin anda berpikir bahwa fitur baru tidak penting. Kostumisasi dan program buatan anda bisa menyelesaikan dengan cepat. Tapi masalahnya tidak hanya menggambar dengan cepat.
Sekarang gambar dituntut semakin ‘cerdas’ dan tidak hanya harus selesai dengan cepat. Tapi bisa menyimpan informasi dan mudah dimodifikasi. Ini memungkinkan anda membuat Bill of Quantity atau Bill of Material dengan otomatis, misalnya. Cepat dan mengurangi kesalahan penghitungan.
Penggunaan block yang optimal juga mengurangi waktu pembuatan dan modifikasi gambar. Karena anda pasti harus mengedit gambar anda dalam proses desain. Tidak ada desain yang tidak mengalami perubahan dalam proses pembuatannya bukan?
Itu baru bicara AutoCAD. Belum aplikasi lain yang mungkin banyak fiturnya belum anda pahami. Seperti iMates, iPart, iLogic di Inventor. Pembuatan families di Revit. Dan sebagainya.
Jujur, memang tidak semua fitur anda butuhkan. Tapi setidaknya anda perlu mereview apakah fitur itu perlu anda implementasikan dalam pekerjaan sehari-hari atau tidak. Anda perlu tahu apa pengaruhnya pada gambar yang anda terima atau kirimkan ke perusahaan rekanan anda.
Kalau pengguna CAD anda belum memahami annotation scale misalnya, bisa jadi kebingungan saat melihat ada dimensi atau text yang hilang di viewport lain. Bisa banyak waktu yang terbuang hanya untuk memecahkan masalah sepele.
Belum lagi kalau si user berinisiatif mengubah gambar ke cara yang dikuasainya saja. Hal ini bisa merusak gambar atau desain secara keseluruhan.
Mengaudit workflow
Anda perlu berpikir untuk mengaudit apakah alur kerja di perusahaan anda sudah benar. Saya menyukai ide Seth Godin ini. Anda bisa melakukan hal yang sama.
Undang reseller anda, atau orang yang anda anggap menguasai software dan industri anda. Ingat, hanya menguasai software saja tidak cukup. Minta ia melihat bagaimana para pengguna CAD di perusahaan anda bekerja. Bisa selama 1/2 hari atau bahkan 1 hari.
Setelah itu minta ia memberikan quotation untuk training atau mungkin membuat sistem agar anda bisa mengurangi waktu yang terbuang dalam proses desain.
Jika anda tidak ingin membayar orang luar untuk melakukan ini, anda bisa mengundang CAD manager dari perusahaan rekanan yang anda anggap punya sistem kerja yang bagus. Atau bahkan membuat tim RnD internal yang bertugas mereview update software setiap tahun. Cukup 1 minggu setiap tahun, tugaskan tim anda mereview software itu (apapun softwarenya) dan minta mereka mencari tahu apakah versi baru itu punya keuntungan yang bisa segera digunakan.
Lebih jauh, anda mungkin bisa mereview software yang digunakan, apakah software yang anda gunakan sudah memadai, atau anda perlu menggunakan software CAD lain yang lebih tepat?
Aktif di komunitas CAD
Sebetulnya saya dulu punya ide untuk mengembangkan komunitas CAD di Indonesia. Syukur kalau bisa jadi organisasi resmi. Semacam PII atau IAI lah. Supaya para pengguna CAD bisa saling membantu, menunjang komunitas ini. Tidak hanya untuk belajar, tapi lebih jauh bisa sertifikasi nasional, rekomendasi dan informasi pekerjaan, dan sebagainya.
Sayangnya, komunitas CAD di Indonesia terlalu pasif. Hanya dalam mode konsumsi tanpa ikut aktif jadi produsen. Kalau anda coba lihat di situs ini, hanya sedikit yang bersedia ikut menyumbangkan artikel. Sebagian besar justru meminta lebih tanpa ikut aktif berbagi.
Saya harap, kelak komunitas CAD di Indonesia bisa lebih aktif agar cepat berkembang. Siapa tahu bisa jadi kiblat CAD Asia Tenggara…
Uji Skill AutoCAD Anda – test #3
17 November, 2008 By Edwin Prakoso
Tes untuk minggu ini. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini tidak ada file yang dilibatkan :) Berikan saja jawaban ringkas. Mestinya semua bisa dikerjakan tanpa membuka AutoCAD.
Jawaban dan nama yang menjawab tertinggi akan diumumkan hari Jumat (21/11/08). Hadiah? Berhubung masih keluar dari kocek sendiri, hadiahnya gak bisa gede-gede ya… Yang paling banyak menjawab benar berhak mendapatkan email dengan namaanda@tentangcad.com dari Google hosted – 7GB space (boleh pilih nama bebas, tapi gak boleh SARA ya namanya) dan stiker tentang CAD.
Alamat email ini gak dibagi-bagikan begitu aja. Yang pakai hanya kontributor, dan nantinya para penjawab terbanyak :)
1.     Apakah bedanya jika anda mengetikkan koordinat #1,4 dan 1,4 ?
2.     Apakah jika anda mengetikkan next point 0,4 dengan 4<90 memberikan hasil yang sama ?
3.     Berapa banyak titik snap untuk lingkaran? Untuk block?
4.     Pada saat anda memilih objek, apa bedanya jika anda mengetikkan L atau P ?
5.     Bisakah anda menskala objek hanya secara horizontal, sementara skala vertikalnya tetap ?
6.     Block attributes dapat memuat text field. Benar atau salah?
7.     Apa yang terjadi jika anda mengubah variabel PICKADD menjadi 0 ?
8.     Kapankah anda melihat icon berikut: Description: height="18" ?
9.     Bagaimanakah cara menambahkan Pantone ‘color books’ ?
10.  Apa keuntungan anda membuat profile yang berbeda, dibandingkan dengan membuat workspace yang berbeda?
Jawaban dapat dikirimkan ke: Description: email.jpg.  Maaf, untuk kali ini bagian komentar ditutup, biar yang lain gak nyontek :)
Description: confuse
Ini adalah sedikit test untuk menguji kemampuan anda dalam navigasi dan inspeksi gambar AutoCAD. Jika anda berminat menjajal, silahkan download filenya di sini.
Ikuti langkah-langkah yang disebutkan di bawah. Selain menjawab pertanyaan di bawah, sebutkanlah bagaimana caranya anda menyelesaikan uji kemampuan tersebut. Pemenangnya adalah yang jawabannya benar DAN cara kerjanya paling efektif.
Lakukan hal-hal berikut
1.     Pergi ke koordinat 28112012, 28112012. Anda akan menemukan sebuah block di sana. Baca attribute block tersebut.
2.     Cari block dengan nama yang sama. Cek koordinat insertion pointnya. Anda akan tahu jika anda menemukan block yang benar. Attributenya berkaitan dengan soal 1.
Jawablah pertanyaan ini
1.     Apa attribute yang tertulis di tugas 1? Apa nama block yang anda temukan?
2.     Berapa koordinat insertion point block yang kedua?
Cukup dua pertanyaan saja. Jika anda memang mahir, tidak sampai 5 menit anda sudah tahu jawabnya. Ingat, yang diakui pemenang adalah yang jawabannya benar dan caranya paling efektif.
Tidak ada hadiah untuk uji kemampuan ini. Hanya sekedar soal jika anda ingin menguji kemampuan anda. Dan tentunya pemenang akan diumumkan dan diakui kemampuannya. Uji kemampuan ini terbuka sampai hari Minggu (2 Des 2012). Pemenang dan jawaban akan diumumkan Senin.
*Jika kontes seperti ini punya banyak peminat, saya akan coba cari sponsor untuk memberikan hadiah pada kontes selanjutnya ;)
Jawaban diberikan pada bagian komentar uji kemampuan ini. Jika anda membaca ini melalui email, silahkan isi jawaban anda di halaman kontes.

Hitchhiker’s Guide to AutoCAD: panduan bagi pemula
28 September, 2012 By Edwin Prakoso
Description: autocad hitchhiker guide
Pertengahan tahun ini Autodesk mengupdate online help untuk AutoCAD. Seperti yang kita tahu, sejak AutoCAD 2010, secara default AutoCAD menggunakan online help. Jadi saat anda menekan tombol F1, content dari bantuan itu diunduh dari website Autodesk. Perubahan di pertengahan tahun ini dilakukan karena cukup banyak yang mengkritik sulitnya menggunakan online help.
Namun yang paling menarik dari system help baru ini adalah adanya Hitchhiker’s Guide to AutoCAD. Sepertinya nama ini diplesetkan dari Hitchhiker’s Guide to Galaxy, cerita yang populer di tahun 80an.





Mengenai hitchhiker’s guide
Apa itu hitchhiker?
Kalau anda sering menonton film Hollywood, mungkin pernah lihat ada orang yang mengacungkan jempol ke mobil yang lewat. Minta bantuan agar boleh ikut ke tujuannya. Saya tidak yakin ada kata terjemahan untuk bahasa Indonesianya.
Kenapa diberi nama panduan untuk hitchhiker?
Banyak pengguna AutoCAD yang belajar sendiri, baru selesai training, atau hanya menggunakan AutoCAD sesekali saja. Dan pada saat menggunakannya banyak mengalami kesulitan. Pada umumnya saat itu kita akan bertanya, minta bantuan agar kita dapat sampai ke tujuan: menyelesaikan tugas kita. Entah ke teman kerja, mailing list, atau forum. Mirip seperti hitchhikers!
Apa saja isi panduan tersebut?
Hitchhiker’s guide to AutoCAD memuat 42 command yang paling umum digunakan oleh pemula untuk dapat menggunakan AutoCAD. Mulai dari awal sampai bisa mencetak gambarnya. Ke 42 command dikelompokkan berdasarkan kategorinya, seperti bisa dilihat pada ‘bukit-bukit’ di gambar di atas.
Jika anda tertarik untuk mencoba menggunakannya untuk menyelesaikan tugas anda, silahkan kunjungi AutoCAD help dengan menekan F1, lalu cari hitchhiker’s guide di sana.
Atau anda dapat mengklik link ini: hitchhiker’s guide to AutoCAD.
Kurang dari 80 jam lagi untuk memenangkan buku AutoCAD
Sekedar pengingat, CAD notes mengadakan kontes ‘AutoCAD productivity’. Kurang dari 80 jam lagi kontes akan ditutup.
Jika anda ingin punya buku yang direkomendasikan Autodesk untuk belajar AutoCAD, atau training video jika anda lebih suka visual dan audio anda dapat mengikutinya. Juga ada beberapa license add-ons/plugins yang total seluruh hadiah bernilai sekitar US$ 1000. Jika anda ingin memenangkannya, dapat mengikutinya. Klik link ini dan berikan entri anda di halaman kontesnya.

AutoCAD Startup Dialog
Anda pengguna senior AutoCAD? Masih ingat kotak dialog startup ini?
Description: startup dialog.jpg
Saya tidak ingat persis kapan kotak dialog ini dimatikan secara default oleh Autodesk. Tapi kotak dialog ini dulu muncul setiap anda membuka AutoCAD atau membuat file baru. Saya sendiri menyukai dialog startup ini, meski banyak yang saya lihat menonaktifkannya. Di dialog ini kita dapat membuat file baru dengan menggunakan template yang didefenisikan. Tidak ‘menjebak’ seperti file baru yang otomatis terbuka seperti sekarang.
Banyak user pemula yang tidak tahu dia menggunakan standard imperial/metric. Dan mungkin akan mengalami masalah saat mengubah linetype scale, skala hatch, dan saat insert objek dari gambar lain. Dengan startup, sedikit banyak membantu hal ini.
Jika anda masih ingin menggunakan dialog startup (dan saya menganjurkannya), silahkan ketikkan STARTUP [enter]. Berikan nilai 1 [enter].

5 Langkah Mudah Mempersiapkan AutoCAD Plot
17 July, 2008 By Edwin Prakoso
Mempersiapkan gambar AutoCAD untuk dicetak sering merupakan proses yang memusingkan bagi pemula. Dan seringkali bagi pengguna senior juga. Saya akan coba membahas cara yang biasa saya ajarkan pada training untuk memudahkan proses pencetakan. Pada cara ini saya menggunakan layout untuk representasi gambarnya.
Untuk anotasi sendiri terserah pada anda, apakah akan menggunakannya pada layout, atau menggunakannya pada model dengan annotation scale.
Sekarang saya asumsikan bahwa gambar yang akan dicetak sudah ada. Jika belum, silahkan dicari contoh gambar yang sudah ada untuk melakukan langkah-langkah berikut.
Atur Unit Kerja
Aturan no. 1 adalah bekerja dengan unit yang sesuai. Jika anda bekerja dengan unit mm, anda harus mengatur UNITS menjadi mm. Jika anda membuat file baru, gunakan template dengan standard ISO.
Perlu diingat bahwa AutoCAD hanya menyediakan skala cetak untuk mm dan inch. Jadi saat ini, gunakan mm untuk menggambar objek dengan ukuran sesungguhnya. Jika menggambar garis 5m, buatlah garis sepanjang 5000mm.
Kelak mungkin anda ingin menggunakan unit m atau bahkan km. Tapi itu cerita lain. Cara ini akan menggunakan semua default AutoCAD.
Atur Ukuran Kertas pada Layout
Selanjutnya adalah mengatur ukuran layout.Klik kanan pada TAB Layout1 (atau nama layout lain yang ingin diubah ukurannya). Pilih page setup manager dari context menu.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/page-setup.jpg
Klik modify pada dialog yang terbuka kemudian.
1.     Pilihlah jenis printer dan ukuran kertas yang diinginkan.
2.     Pada bagian what to plot, pilih layout.
3.     Pastikan skala cetak 1:1.
4.     (Optional) Atur plot style table yang akan digunakan.
Klik OK.
Tambahkan Border/Title Block
Jika anda sudah punya border untuk dicetak, dapat insert sebagai block di sini. Sekali lagi, gunakan ukuran dengan skala 1:1. Jadi kalau ukuran kertasnya A1 (841×594 mm), gunakan border dengan ukuran itu dikurangi margin. Misalnya 821x554mm (silahkan mengacu pada standar perusahaan masing-masing).
Posisikan agar terletak pada area yang akan dicetak. Area yang akan dicetak ditunjukkan pada layout dengan garis putus-putus.
Description: http://cdn.tentangcad.com/wp-content/uploads/2008/07/border-300x215.jpg
Buat dan atur Skala viewport
Langkah terakhir adalah membuat viewport dan skalanya. Buatlah viewport dengan menggunakan MV. Lalu atur skalanya dengan cara yang ditunjukkan pada posting ini. Ada cara lain yang biasa digunakan di AutoCAD versi lama, namun tutorial ini bertujuan supaya yang baca dapat mengatur percetakan semudah mungkin.
Cetak Gambar
Pada dasarnya saat mencetak, tidak ada lagi yang harus anda atur. Periksalah pada plot preview untuk memastikan semua sudah sesuai, lalu klik OK.
Semudah berhitung 1,2,3,4,5!

Mengatur Cahaya Matahari di AutoCAD itu Mudah!
29 July, 2010 By Edwin Prakoso
Apakah anda pernah merasa kesulitan mengatur lighting, terutama di AutoCAD? Atau mungkin pernah merasakan bahwa proses trial and error untuk memperoleh efek lighting yang bagus itu memakan waktu terlalu lama? Kita akan coba mempermudahnya pada tutorial rendering kedua ini. Kali ini kita akan melangkah sedikit lebih jauh dengan menyeting cahaya matahari. Sebelumnya anda sudah berlatih mengatur kamera. Kali ini kita mulai dari natural lighting atau sunlight.
Download file berikut untuk meneruskan tutorial ini. Atau tentu saja, anda dapat mengerjakan model anda sendiri.
Mematikan Material
Kalau kita merender dengan material akan memakan waktu cukup lama. Terutama jika kita punya banyak material transparan dan reflektif. Jadi kalau tujuannya masih untuk mendefenisikan lighting, maka lebih baik dimatikan saja lebih dulu. Toh, hasil ini memang belum final, yang penting kita dapat mendefenisikan lighting dengan cepat dan mudah.
Buka render tab, materials panel. Ubah materials/textures off.
Description: material_off
Model yang saya gunakan terbilang sederhana. Kalau model anda punya beberapa jendela atau opening, anda dapat mengatur agar lighting datang dari sudut yang pas. Tujuan kita kali ini adalah mengatur agar cahaya matahari dari AutoCAD datang melalui jendela yang ada.
Matikan layer 3D-GLAZ-GLAS untuk menyembunyikan objek kaca. Jika model anda sangat-sangat kompleks, anda dapat mematikan layer beberapa objek detail yang tidak terlalu penting, yang tidak terlalu mempengaruhi lighting kita. Jika anda menggunakan komputer high end dan mengerjakan model sederhana, mungkin tidak akan terlalu terasa. Namun jika model cukup besar, apalagi kalau komputernya sudah agak bangkotan, rendering akan jauh lebih cepat. Ingat, ini hanya untuk testing, bukan untuk final render! Saya menyembunyikan furniture di tutorial ini. Anda boleh ikut melakukannya, boleh jg tidak.
Geographic Location
Selanjutnya kita akan mendefenisikan matahari dengan benar. Klik set location di tab sun & location.
Description: set_location
AutoCAD akan mengeluarkan pop-up dan menanyakan bagaimana anda ingin lokasi tersebut didefenisikan. Kali ini, pilih saja enter location values. Anda dapat bereksperimen dengan metode lain kelak. Klik use map untuk memilih lokasi berdasarkan peta.
Description: geographic_location
Pilih lokasi project anda dan klik OK sampai semua dialog tertutup.
Sky and Sun Properties
Sekarang kita akan mengaktifkan langit. Tanpa mengaktifkan langit, maka langit akan tampak hitam. Tentunya tidak bagus untuk rendering siang hari bukan? Ubah langit menjadi sky background and illumination.

Description: sky_properties
Sekarang kita akan mengaktifkan matahari. Klik icon sun status.
Description: sun_status
Pertama kali kita melaukan ini, AutoCAD akan memberikan beberapa pilihan. Pilih turn off default lighting. Default lighting itu jelek… no-no. Kita akan menggunakan natural light dari matahari. Setelah kita mengaktifkan default lighting, maka date and time slider akan aktif.
Description: date_and_time_setting
Selanjutnya aktifkan bayangan. Ganti pengaturan dari no shadows ke full shadows.
Description: shadows_setting
Seharusnya sekarang kita sudah bisa melihat bayangan matahari masuk ke dalam! Ubah jam dan tanggal jika perlu, sampai sesuai keinginan anda.
Description: shadow_appearance
Menguji Lighting di Rendering
Kita akan melakukan pengujian terhadap lighting. Klik panah kecil di kanan bawah panel render untuk membuka palette advanced render settings.
Description: advanced_render_setting
Di palette ini, ubah kualitas render menjadi medium. Lalu cari kategori indirect illumination. Klik bola lampu di sebelah indirect illumination untuk mengaktifkannya.
Description: global_illumination
Indirect light memungkinkan kita melihat efek cahaya yang dipantulkan. Cobalah nanti anda bandingkan bagaimana hasilnya tanpa global illumination diaktifkan.
Cobalah render model tersebut.
Description: initial_render
Hasil ini lumayan, meski belum bagus betul. Sekarang kita akan mengubah exposure lighting ini. Saya menambahkan brightness dan contrast agar efek cahaya tampak lebih menarik.
Klik adjust exposure untuk membuka dialog exposure.
Description: adjust_render_exposure
Ubahlah brightness, contrast dan setting-setting lainnya sampai anda merasa efeknya cukup bagus. Preview akan diupdate segera setelah anda mengubah setting tersebut.
Description: adjust_rendered_exposure_dialog
Sekarang coba lagi merender model tersebut. Jauh lebih baik bukan?
Description: after_adjust_render_exposure
Nah, kalau anda tadi menyembunyikan objek-objek anda, coba tampilkan dan render sekali lagi!
Description: lighting_final
Nah tantangan bagi anda: coba render model anda, boleh model ini atau model lain, dan upload agar dapat dilihat dan  dikomentari member lain. Anda boleh mempublishnya di blog anda, Flickr,Photobucket, foto album Facebook TentangCAD atau di mana saja yang dapat diakses orang!

Mudah saja bukan? Jangan lupa, kalau anda menyukai tutorial ini, klik ‘like this’ di bawah, tweet this, atau forward informasi ini ke teman-teman anda!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar